<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785</id><updated>2012-01-06T22:44:19.629-08:00</updated><title type='text'>karena tulisan bisa merubah sejarah</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-4214401366123450218</id><published>2008-06-25T21:33:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T15:08:39.541-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SGMepjGvy0I/AAAAAAAAAM8/2agGG35riOg/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SGMepjGvy0I/AAAAAAAAAM8/2agGG35riOg/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216046492572175170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;DAMPAK LAHIRNYA UNDANG – UNDANG  PERBANKAN SYARIAH  TERHADAP PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Irwan Irwan, SE &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rancangan Undang – Undang Perbankan Syariah akhirnya disahkan dalam Rapat Paripurna DPR hari Selasa, 17 Juni 2008 setelah 6 tahun berproses yang disetujui oleh 9 fraksi dari 10 fraksi yang ada di DPR, 1 fraksi yang menolak adalah Fraksi Partai Damai Sejahtera (PDS). Ini berarti, kini perbankan syariah memiliki payung hukum yang diharapkan semakin menguatkan eksistensi perbankan syariah di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan semakin jelasnya peraturan tentang perbankan syariah, diharapkan dapat menggenjot kinerja perbankan syariah di Indonesia untuk lebih berkontribusi nyata dalam memajukan perekonomian Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dimana tingkat kemiskinan di Indonesia masih tinggi, yaitu 16,58 persen atau sekitar 37,17 juta dari total penduduk Indonesia karena perbankan syariah memiliki karakteristik unik yaitu berperan dalam mendukung sektor sosial disamping fungsi utamanya sebagai lembaga komersial.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu, UU tersebut akan memperbesar peluang potensi masuknya pembiayaan dari negara-negara Timur Tengah Investor-investor asal TimurTengah yang berminat untuk menyuntikkan dana sekitar lima hingga tujuh milliar dolar AS. Hal itu dupertegas dalam pertemuan tahunan ke-3 Arab Asian Financial Forum pada 5-6 Juni 2008 lalu di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa implikasi yang mungkin terjadi dari lahirnya UU Perbankan Syariah antara lain :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Jaminan kepastian hukum.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaminan Kepastian hukum menjadi hal yang paling mendasar sekaligus penting dari lahirnya UU Perbankan Syariah bagi pelaku usaha dan pengguna jasa perbankan berbasis syariah yang selama ini masih merasa belum aman dan bergerak leluasa dalam melakukan aktivitasnya di industri perbankan syariah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disamping itu juga yang tidak kalah penting, jaminan kepastian hukum ini akan menarik investor asing terutama investor Timur Tengah untuk menanamkan investasinya secara aman ke perbankan syariah Indonesia baik dalam bentuk dana investasi sektor usaha komersil maupun dana-dana program yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penghapusan kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. Peningkatan Dukungan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan lahirnya ketentuan yang mengatur perbankan syariah dalam bentuk Undang – Undang akan semakin meningkatkan dukungan pemerintah yang lebih nyata dalam memajukan perbankan syariah dalam beberapa hal yang hingga sekarang masih menghambat target perkembangan perbankan syariah Indosesia, diantaranya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pertama , Peningkatan Sosialisasi kepada masyarakat yang masih belum memiliki pemahaman dan wawasan yang minim terhadap bank syariah. Dengan adanya UU tersebut maka secara formal, sosialisasi perbankan syariah akan mememasuki institusi – institusi formal terutama dalam kurikulum pendidikan di sekolah –sekolah yang memuat materi tentang perbankan syariah sehingga sosialisasi akan semakin luas dan berpotensi meningkatkan pangsa pasar perbankan syariah yang masih kecil sekali dibanding pangsa pasar perbankan konvensional pada umumnya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua ,Peningkatan Permodalan perbankan syariah, terutama mendukung penetrasi penawaran investasi kepada investor Timur Tengah dalam hal ini pemerintah melalui instansi-instansi yang berkaitan akan turut mempromosikan perbankan syariah di mata para investor tersebut dengan berbagai proyek – proyek yang dapat disinergiskan antara pemerintah dan perbankan syariah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga,  Memperluas Jaringan Perbankan Syariah yang belum menjangkau luas hingga ke seluruh wilayah Indonesia, diharapkan peran ini dapat didukung juga oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Penerbitan Peraturan Pelaksanaan UU Perbankan Syariah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan disahkannya UU Perbankan Syariah tersebut, segala peraturan dan ketentuan yang mengatur operasionalisasi perbankan syariah sebelumnya harus mengalami penyesuaian yang mengacu pada UU tersebut baik ketentuan yang ada di pemerintah maupun ketentuan di  Bank Indonesia (BI).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian perbankan syariah tetap akan berada di bawah regulasi Bank Indonesia. Sedangkan, masalah penerapan tatakelola sesuai syariah akan berada di bawah pengawasan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kedepannya, MUI akan memiliki perwakilan di BI sebagai Dewan Pengawas Syariah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian Bank Indonesia akan segera melakukan penyesuaian Peraturan Bank Indonesia berdasarkan ketentuan yang diatur dalam UU Perbankan Syariah karena ada 26 peraturan BI yang harus disesuaikan diantaranya mengenai Masalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), pembentukan komite perbankan syariah, agunan, dan peraturan mengenai spin off dari unit-unit syariah ke bank umum syariah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;4. Penguatan sinergi pasar keuangan berbasis syariah&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan keberadaan UU Perbankan Syariah bersama dengan UU Surat Berharga Syariah Negara  (SBSN) yang sama-sama baru disahkan, keduanya akan saling mengisi dan sinergi dalam upaya memenangkan pasar keuangan berbasis syariah, yang sekarang ini telah menjadi bagian dari sistem keuangan global.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Disisi lain keduanya saling melengkapi dan saling membutuhkan satu sama lainnya dalam menyediakan instrumen bagi investasi di industri keuangan syariah, khusunya di Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara – negara lainnya seperti Malaysia dan Singapura&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, perkembangan industri perbankan syariah di Indonesia tidak hanya sampai disini, masih terdapat beberapa hal yang harus terus diperbaiki dan dikembangkan lebih lanjut sebagai tantangan Perbankan Syariah kedepan diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Kepastian hukum tentang mekanisme penyelesaian sengketa&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam UU Perbankan Syariah belum memuat secara pasti mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat terjadi antara nasabah dan bank syariah terutama mengenai lembaga peradilan yang bertanggung jawab mengurus tentang sengketa tersebut&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;2. Batasan Yang Jelas antara peran BI dan DSN-MUI&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu kejelasan lebih lanjut dalam pembagian tugas antara Bank Indonesia (BI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia dalam peranannya sebagai pengawas sekaligus regulator dalam pelaksanaan operasionalisasi perbankan syariah di Indonesia.Kejelasan ini perlu agar tidak terjadi benturan kewenangan pada saat UU Perbankan Syariah diberlakukan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;3. Peningkatan kualitas sumber daya insani perbankan syariah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini SDI yang dimiliki bank syariah kurang memadai yang memiliki kompetensi yang tidak hanya di bidang perbankan tetapi mencakup pula aspek syariahnya dalam praktik perbankan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Lahirnya UU tersebut akan menguji sejauh mana pelaku perbankan syariah bisa mengakselerasi peningkatan kualitas kinerjanya dalam membangun perekonomian nasional setelah memiliki payung hukum. Jika beberapa waktu lalu beralasan belum memiliki payung hukum sehingga tidak bisa bergerak leluasa atau ragu bergerak. Kini, setelah disahkannya UU itu diharapkan keraguan itu tidak ada lagi sehingga bisa secara komersial maupun sosial bisa bergerak dengan leluasa sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dalam membangun perekonomian nasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-4214401366123450218?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/4214401366123450218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=4214401366123450218' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/4214401366123450218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/4214401366123450218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/06/dampak-lahirnya-undang-undang-perbankan.html' title=''/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SGMepjGvy0I/AAAAAAAAAM8/2agGG35riOg/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-5505609112795418084</id><published>2008-05-06T02:55:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T02:56:46.855-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;HIDUPLAH SEDERHANA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di antara sesuatu yang menyempurnakan apa yang telah kita sebutkan di atas adalah apa yang ditekankan oleh Islam berupa mengatur pengeIuaran harta dan mendorong untuk sederhana dalam berinfaq. Inilah sifat yang dimiliki oleh 'lbadurrahman, Allah berfirman:  "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta) mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (Al Furqan: 64)&lt;br /&gt;Tersirat juga dalam wasiat Luqman Al Hakim kepada puteranya, sebagaimana disebutkan dalam surat Al Isra': 29.&lt;br /&gt;Sikap sederhana itu semakin ditekankan ketika pemasukan seseorang itu sangat minim, misalnya pada masa-masa paceklik dan kelaparan, sebagaimana yang pernah terjadi pada zaman Nabi Yusuf AS. Dengan cara menekan atau mengurangi pengeluaran pada tujuh tahun musim subur sehingga bisa disimpan dan dimanfaatkan ketika musim kering. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan di bulirnya (tangkainnya) kecuali sedikit untuk kamu makan." (Yusuf: 47)&lt;br /&gt;Kemudian memperkecil pengeluaran sekali lagi pada tujuh tahun kekeringan dengan keputusan darurat dan pendistribusian simpanan pada tahun-tahun krisis secara merata.&lt;br /&gt;"Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang menghabiskan apa yang kamu simpan untuk menghadapinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kamu simpan." (Yusuf: 48)&lt;br /&gt;Ungkapan "Apa yang kamu simpan untuk menghadapinya" itu membuktikan bahwa apa yang dikeluarkan itu sesuai dengan perhitungan dan perencanaan. Ini menunjukkan kesederhanaan.&lt;br /&gt;Amirul Mukminin Umar Al Faruq pada tahun-tahun kesulitan benar-benar berkeinginan agar pada setiap rumah yang ada pada mereka sisa-sisa kemakmuran untuk menyalurkan sebagian darinya kepada orang yang susah kondisinya dan minim pemasukan mereka. Beliau berkata, "Sesungguhnya manusia tidak akan punah dengan separuh perut mereka,inilah yang dimaksud oleh hadits Rasulullah SAW "Makanan satu orang mencukupi dua orang, dan makanan dua orang mencukupi empat orang." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Sesungguhnya kaidah Istikhlaf (peminjaman dari Allah) yang telah kami sebutkan sebelum ini menjadikan seorang Muslim terikat di dalam pengeluaran harta dan infaqnya, sebagaimana dia juga harus membatasi diri dalam menginvestasikan dan mengembangkan harta tersebut.&lt;br /&gt;Islam tidak melarang seorang Muslim terhadap kelayakan hidup, sebagaimana itu di larang oleh sebagian agama dan filsafat, seperti kaum Brahma di India dan Manawiyah di Persia dan Rawaqiyah Yunani dan kependetaan dalam agama Nasrani. Akan tetapi Islam melarang kita untuk "tidak mau menikmati" atau "berlebihan dalam menikmati" itu semua. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (Al Maidah: 87)&lt;br /&gt;"Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (Al Isra' 26-27)&lt;br /&gt;Perbedaan antara tabdzir (pemborosan) dan israf (berlebihan) adalah, kalau israf itu melebihi batas dalam hal yang halal, tetapi tabdzir adalah berinfaq di dalam hal yang diharamkan, meskipun hanya satu dirham atau kurang dari itu.&lt;br /&gt;Dari sinilah kita wajib menjaga dan memperhatikan prinsip-prinsip dasar dalam berinfaq, antara lain sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;a name="Berinfaq"&gt;&lt;/a&gt;1. Berinfaq kepada diri sendiri dan keluarga&lt;br /&gt;Maka tidak boleh bagi pemilik harta menahan tangannya dari berinfaq wajib terhadap diri dan keluarganya karena pelit dan bakhil, takut hidup melarat atau berpura-pura zuhud. Islam melarang kita untuk pelit dan memperingatkan akan hal itu dan menganggapnya sebagai sumber kerusakan yang merata. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;"Hati-hatilah (hindarkanlah dirimu) dari pelit, sesungguhnya ummat sebelum kamu itu rusak disebabkan sikap pelit. Pelit itu telah menyuruh mereka memutuskan hubungan maka mereka memutuskan, memerintahkan mereka antuk kikir, maka mereka kikir, dan menyuruh mereka untuk berbuat fujur (penyelewengan), maka mereka pun menyeleweng. (HR.Abu Dawud, dan Hakim)&lt;br /&gt;Islam juga melarang kita untuk bersikap seperti pendeta. Mereka mengharamkan kenikmatan yang halal seperti pakaian yang indah dan lain sebagainya. Padahal Allah menamakan pakaian yang indah sebagai "Perhiasan dan Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya" (Al A'raf: 32), sebagaimana Dia memberi nama makanan dan minuman dengan istilah, "Yang baik-baik dari rezeki" (Al A'raf: 32). Semua ini adalah penamaan yang bernilai memuji dan meridhai, bahkan Islam mengingkari terhadap orang yang mengharamkan hal-hal tersebut atas dirinya maupun orang lain. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Katakanlah, "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulalah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" (Al A'raf: 32)&lt;br /&gt;"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al A'raf: 31)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah senang melihat bekas kenikmatan-Nya pada hamba-Nya. (HR. Tirmidzi)&lt;br /&gt;Nabi SAW juga pernah ditanya oleh sahabatnya bahwa dia (sahabat tersebut) senang dengan keindahan, sehingga bajunya bagus dan sandalnya juga bagus, "Apakah ini termasuk sombong?," maka Nabi SAW menjawab, "Tidak, sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan, sombong adalah menolak kebenaran dan menghina (meremehkan) manusia" (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;a name="Kewajiban"&gt;&lt;/a&gt;2. Kewajiban berinfaq terhadap hak-hak yang harus ditunaikan&lt;br /&gt;Tidak boleh bagi seseorang pelit terhadap hak-hak yang wajib ditunaikan dengan hartanya, baik itu hak-hak yang sudah tetap, seperti zakat, nafkah kedua orang tua dan kaum kerabat yang fakir, atau hak-hak yang secara insidental, seperti menyuguh tamu, meminjami orang yang memerIukan, menolong orang yang kesulitan (terpaksa, terjepit kebutuhan), memberikan bantuan atas musibah yang menimpa ummat atau negara (daerah, tempat tinggal mereka, seperti peperangan, kelaparan dan kebakaran, mencukupi orang-orang fakir di negerinya, yang mereka sangat memerlukan bantuan ma'isyah seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan sebagainya.&lt;br /&gt;Islam menegaskan pentingnya hak-hak itu, sampai memperbolehkan penggunaan senjata demi membela hak-hak tersebut.&lt;br /&gt;Abu Bakar pernah berperang bersama para sahabat yang ada karena masalah tidak ditunaikannya kewajiban zakat oleh suatu kaum. "Nabi SAW juga memperbolehkan kepada tamu untuk mengambil hak suguhan dari orang yang ditempati, walaupun dengan kekuatan/kekerasan. Adalah wajib bagi kaum Muslimin untuk memperhatikan hal ini, Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;"Tamu mana pun yang singgah pada suatu kaum, lalu tamu itu tidak dijamu apa pun (terlantar), maka ia boleh untuk mengambil sekedar untuk suguhannya, dan tidak berdosa baginya." (HR. Ahmad dan Hakim)&lt;br /&gt;Pada umumnya para fuqaha' memperbolehkan orang yang sangat memerlukan air dan makanan untuk memerangi orang yang menghalang-halangi keperluannya tanpa haq.&lt;br /&gt;&lt;a name="Keseimbangan"&gt;&lt;/a&gt;3. Keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran&lt;br /&gt;Wajib bagi seorang Muslim untuk menyesuaikan antara pemasukan dan pengeluarannya. Jangan sampai ia menginfaqkan sepuluh, sementara pemasukannya delapan, sehingga terpaksa harus hutang dan menanggung beban dari orang yang menghutangi. Sesungguhnya hutang itu membawa keresahan di malam hari dan kehinaan di siang hari. Rasulullah SAW sendiri mohon perlindungan kepada Allah dari jeratan hutang, dengan alasan bahwa seseorang itu kalau berhutang, bisa saja ia berbicara lalu berbohong, ia berjanji lalu mengingkari, sebagaimana disebutkan di dalam shahih Bukhari.&lt;br /&gt;Maka infaq seseorang yang melebihi dari kemampuan harta dan pemasukannya adalah termasuk israf (berlebihan) yang tercela. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesunggahnnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al A'raf: 31)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;"Makan dan minumlah, berpakaian dan sedekahlah, selama tidak disertai dengan berlebihan dan kesombongan." (HR. An-Nasa'i dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;Ini adalah berinfaq dalam hal yang mubah, adapun hal-hal yang diharamkan, maka setiap dirham yang diinfakkan adalah termasuk dalam tabdzir (pemborosan).&lt;br /&gt;Adapun dalam hal-hal ketaatan, seperti shadaqah, jihad dan proyek-proyek sosial, maka tidak ada israf di dalamnya selama tidak menelantarkan hak yang lebih wajib dari itu semua. Seperti hak keluarganya atau hak orang yang hutang kepadanya atau nafkah yang wajib untuk dipenuhi baginya dan lain-lain. Oleh karena itu ketika dikatakan kepada sebagian orang dermawan dari kaum munafikin dalam hal amal shalih, "Tidak ada kebaikan dalam israf (berlebihan)," maka jawabannya, "Tidak ada israf dalam kebaikan."&lt;br /&gt;Islam memberikan kepada hakim (penguasa) wewenang untuk menahan atau mengatur keuangan atas setiap orang yang bodoh dan sering merusak, di mana dia mempergunakan harta tidak secara tepat. Hal ini karena ummat mempunyai hak atas harta tersebut, maka memeliharanya akan membawa manfaat bagi ummat dan membiarkannya akan membawa madharat bagi ummat. Oleh karena itu Allah SWT menyandarkan harta orang-orang bodoh (yang belum mengerti itu) kepada ummat. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasanumu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupanÉ" (An Nisa': 5)&lt;br /&gt;&lt;a name="Memerangi"&gt;&lt;/a&gt;4. Memerangi kemewahan dan para pelakunya&lt;br /&gt;Satu lagi jenis berlebihan (israf) yang diharamkan oleh Islam dan akan terus diperangi karena dia dianggap dapat merusak kehidupan individu dan masyarakat. Itulah yang dinamakan "At-Taraf" (kemewahan), yaitu terlampau berlebihan dalam berbagai bentuk kenikmatan dan berbagai sarana hiburan, serta segala sesuatu yang dapat memenuhi perut dari berbagai jenis makanan dan minuman serta apa saja yang bisa menghiasi tubuh dari perhiasan dan kosmetik, atau apa saja yang memadati rumah dari perabot dan hiasan, seni dan patung serta berbagai peralatan dari emas dan perak dan sebagainya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Al Qur'an menganggap kemewahan sebagai penghambat pertama yang akan menghalang-halangi manusia untuk mengikuti yang kebenaran (Al haq). Karena sesungguhnya kemewahan itu tidak akan membiarkan para pelakunya leluasa tanpa belenggu syahwat mereka. Maka barangsiapa yang mengajak mereka ke arah selain itu, niscaya mereka akan memusuhi dan memeranginya. Allah berfirman,&lt;br /&gt;"Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang pemberi peringatan pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu di utus untuk menyampaikannya." (Saba': 34)&lt;br /&gt;Kemewahan itu memiliki beberapa akibat yang tidak bisa atau sulit dihindari oleh pelakunya seperti bermain-main, iseng dan pornografi. Kemudian menyebarluaskan degradasi moral yang itu bisa berakibat kepada pudarnya ikatan akhlaq serta meluasnya pengaruh hawa nafsu di kalangan ummat. Akibat lain adalah timbulnya kesenjangan, karena banyak orang yang tidak dapat mencukupi kebutuhan primer mereka, sementara sekelompok kecil dari kalangan tertentu menikmati sesuatu yang tidak pernah dilihat oleh mata dan tidak pernah didengar oleh telinga, di antara kebutuhan sekunder, bahkan lebih dari itu. Dari sinilah maka seluruh masyarakat terancam oleh kehancuran dan siksa, akibat orang-orang yang berbuat kemewahan karena kemewahannya. Dan yang lain di luar mereka mendapat hal yang sama karena diam atau loyalitasnya terhadap mereka. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya." (Al lsra': 16)&lt;br /&gt;Sesungguhnya Al Qur'an telah menceritakan kepada kita bahwa hamba kemewahan merupakan pihak pertama yang bertanggung jawab atas musibah yang menimpa kebanyakan ummat sebagai peringatan dari Allah. Sehingga mereka tidak memperoleh kemenangan, bahkan benar-benar mendapat adzab. Allah SWT berfirman,&lt;br /&gt;"Hingga apabila Kami timpakan adzab kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong. Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami." (Al Mu'minun: 64-65)&lt;br /&gt;"Dan berapa banyaknya (penduduk) negeri yang zhalim yang telah Kami binasakan, dan Kami adakan sesudah mereka itu kaum yang lain (sebagai penggantinya). Maka tatkala mereka merasakan adzab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari negerinya. Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada nikmat yang telah kamu rasakan dan kepada tempat-tempat kediamanmu (yang baik) supaya kamu ditanya." (Al Anbiya': 11-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem Masyarakat Islam dalam Al Qur'an &amp;amp; Sunnah&lt;br /&gt;(Malaamihu Al Mujtama' Al Muslim Alladzi Nasyuduh)&lt;br /&gt;oleh Dr. Yusuf Qardhawi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-5505609112795418084?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/5505609112795418084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=5505609112795418084' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/5505609112795418084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/5505609112795418084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/05/hiduplah-sederhana-di-antara-sesuatu.html' title=''/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-2028029375514961583</id><published>2008-04-30T00:30:00.000-07:00</published><updated>2008-04-30T00:32:57.530-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;strong style="font-weight: bold;"&gt;TEORI INFLASI ISLAM&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Islam tidak mengenal istilah inflasi, karena mata uangnya stabil dengan digunakannya mata uang dinar dan dirham. Penurunan nilai masih mungkin terjadi, yaitu ketika nilai emas yang menopang nilai nominal dinar itu mengalami penurunan, diantaranya akibat ditemukannya emas dalam jumlah yang besar, tapi keadaan ini kecil sekali kemungkinannya. Ekonom Islam Taqiuddin Ahmad ibn al-Maqrizi (1364M – 1441M), yang merupakan salah satu murid Ibn Khaldun, menggolongkan inflasi dalam dua golongan yaitu natural inflation dan human error inflation.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;h2 style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Natural inflation&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Sesuai dengan namanya natural inflation, Inflasi ini disebabkan oleh sebab alamiah yang diakibatkan oleh turunnya Penawaran agregat (AS) atau naiknya Permintaan agregat (AD), orang tidak mempunyai kendali atasnya (dalam hal mencegahnya).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;MV = PT = Y&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;Dimana :M = Jumlah uang beredar&lt;br /&gt;V = kecepatan peredaran uang&lt;br /&gt;P = tingkat harga&lt;br /&gt;T = jumlah barang dan jasa (Q)&lt;br /&gt;Y = tingkat pendapan nasional (GDP)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka &lt;em&gt;natural inflation&lt;/em&gt; dapat diartikan sebagai berikut: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gangguan terhadap jumlah barang dan jasa (T) yang diproduksi dalam suatu perekonomian. Misal T turun, sedangkan M dan V tetap, maka konsekuensinya P akan naik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Naiknya daya beli masyarakat secara riil, misalnya nilai ekspor lebih besar dari nilai impor sehingga secara netto terjadi impor uang yang mengakibatkan M naik, sehingga jika V dan T tetap, maka P akan naik.&lt;br /&gt;Keseimbangan permintaan dan penawaran juga pernah terjadi dizaman Rasulullah SAW. Dalam hal ini Rasulullah SAW tidak mau menghentikan atau mempengaruhi pergerakan harga ini sesuai Hadist: &lt;em&gt;Anas meriwayatkan, ia berkata: Orang-orang berkata kepada Rasulullah SAW, ” Wahai Rasululluah, harga-harga barang naik (mahal), tetapkanlah harga untuk kami”. Rasulullah SAW lalu menjawab,”Allah-lah Penentu harga, Penahan, Pembentang, dan Pemberi riszki. Aku berharap tatkala bertemu Allah, tidak ada seorangpun yang meminta padaku tentang adanya kedhaliman dalam urusan darah dan harta.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Human error inflation. &lt;/strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Human error inflation&lt;/em&gt; adalah inflasi yang terjadi karena kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh manusia sendiri (QS Ar-Rum ayat 41). &lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).  &lt;/span&gt;Adapun beberapa penyebabnya di antaranya :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: webdings; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Korupsi dan administrasi yang buruk (corruption and abad administration)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: webdings; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;                     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pajak yang berlebihan (excessive tax)Excessive tax dapat mengakibatkan terjadinya efficency loss atau dead weight loss. Pencetakan uang dengan maksud menarik keuntungan yang berlebihan (excessive seignorage).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-indent: 0cm; line-height: 150%; font-family: webdings; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pencetakan uang dengan maksud menarik keuntungan yang berlebihan (Escessive Seignorage)    &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: webdings; text-align: justify;"&gt;Ekonom Islam, Al-Maqrizi berpendapat bahwa pencetakan uang yang berlebihan jelas akan mengakibatkan naiknya tingkat harga umum (inflasi). Kenaikan harga komoditi tersebut adalah kenaikan dalam bentuk jumlah uang (fulus) atau nominal, sedangkan jika diukur dalam emas (dinar emas) maka harga komoditi tersebut jarang sekali mengalami kenaikan. &lt;a href="http://suherilbs.wordpress.com/2007/12/09/inflasi-dalam-perspektif-islam/"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;(baca  lebih lengkap)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: webdings; text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-2028029375514961583?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/2028029375514961583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=2028029375514961583' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2028029375514961583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2028029375514961583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/04/teori-inflasi-islam-islam-tidak.html' title=''/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-2291490777253347814</id><published>2008-04-29T21:10:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T21:11:45.174-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 51, 204); font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;C I N T A &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat -Hamka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping.&lt;br /&gt;Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisinya dan hanya 1 bahagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bahagian itulah, makhluk saling berkasih sayang sehingga kuda mengangkat kakinya kerana takut anaknya terpijak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, sehinggalah kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesalan karena perginya tanpa berpatah lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Jangan mencintai seseorang seperti bunga, kerana bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setitis embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh kerana embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.~ Hamka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bercinta memang mudah. Untuk dicintai juga memang mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-2291490777253347814?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/2291490777253347814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=2291490777253347814' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2291490777253347814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2291490777253347814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/04/c-i-n-t-tuhan-memberi-kita-dua-kaki.html' title=''/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-8424649458328455765</id><published>2008-04-29T20:25:00.000-07:00</published><updated>2008-04-29T20:28:13.477-07:00</updated><title type='text'>AYAT - AYAT NIKAH...</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;Maha Benar Allah yang telah berfirman :&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt; "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;"Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al Quran dan Al Hadits :&lt;br /&gt;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;¨Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui¡¨ (Qs. Yaa Siin (36) : 36).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu¡¨ (HR. Hakim dan Abu Dawud). &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a. Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b. Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c. Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."&lt;br /&gt;"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(204, 51, 204); font-weight: bold; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-8424649458328455765?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/8424649458328455765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=8424649458328455765' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/8424649458328455765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/8424649458328455765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/04/ayat-ayat-nikah.html' title='AYAT - AYAT NIKAH...'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-2941534741681317424</id><published>2008-04-29T01:44:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T15:08:39.762-08:00</updated><title type='text'>u Must Do This!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SBbrKjnVhlI/AAAAAAAAAKU/AoGj1A3WLgk/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SBbrKjnVhlI/AAAAAAAAAKU/AoGj1A3WLgk/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194597786809894482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SBbj7znVhkI/AAAAAAAAAKM/iOzVUG2Se28/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/a&gt;&lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;1. Taubatan Nasuha&lt;br /&gt;Sebuah perubahan akan terasa sangat indah tatkala di awal proses perubahan di mulai dengan Taubat dan kembali kepada Allah atas segala permasalahan. Taubat, dengan 3 makna yang terkandung di dalamnya (menyesal, tidak mengulangi, istighfar) akan mampu memberikan dorongan kuat untuk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;memulai sebuah perubahan tahap demi tahap.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;2. Kembali Menata Niat&lt;br /&gt;sebesar apapun keinginan seseorang untuk melakukan sebuah perubahan, tanpa diiringi niat mengharap ridho Allah ‘Azza Wa Jalla, maka perubahan itu layaknya debu di atas batu yang terguyur air hujan yang deras. Tak Membekas.&lt;br /&gt;namun, sekecil apapun sebuah perubahan, tatkala diiringi dengan ketulusan, maka akan menjadi amalan tambahan /unggulan yang akan dibangga-banggakan di yaumul hisab nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;3. Muhasabah / Evaluasi&lt;br /&gt;Perubahan, tanpa adanya muhasabah, evaluasi yang telah lalu, bagaikan membangun rumah di atas tanah yang rawan longsor. belum tahu kondisi medan, langsung bangun rumah. Tatkala kita buta akan pelajaran-pelajaran / ibrah yang telah lalu, mungkin kita akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang pernah kita atau orang lain lakukan, yang berujung pada penyesalan. Itulah salah satu manfaat evaluasi yang juga berguna untuk mengukur kualitas diri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;4. Tidak Menunda-nunda perubahan&lt;br /&gt;Ide yang cemerlang, kadang datangnya tidak disangka-sangka, begitu cepat berlalu dan hilang dari ingatan. Niat berbuat baik akan mudah luntur tanpa adanya aksi yang konkret, aksi yang nampak. Sikap menunda, hanya akan menghapus niatan-niatan yang baik, planning-planning strategis, azzam-azzam yang membara , sehingga perubahan pun akan semakin tertunda seiring tertundanya aksi konkret dari ruh perubahan itu (tanpa ada jasad, mana bisa gerak?)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;5. Istiqomah dalam perubahan ke arah yang lebih baik&lt;br /&gt;Allah ‘Azza Wa Jalla menyukai amalan hamba-Nya yang sederhana tapi kontinu (bahasa gaulnya:istiqomah). “Qul aamantu billah tsummastaqiim” - Katakanlah : aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah. Nilai istiqomahlah yang akan menjadi salah satu bekal menjawab kegelisahan di hari penghitungan amal nanti. Memang, istiqomah adalah hal yang ringan diucapkan, namun beraaat dilaksanakan. Namun, tidak ada salahnya bukan kalo kita mencoba terus berikhtiar mencapai keistiqomahan di sisi Allah….??&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.08in; margin-bottom: 0.17in; line-height: 150%;"&gt; &lt;span style="font-size:11;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-2941534741681317424?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/2941534741681317424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=2941534741681317424' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2941534741681317424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2941534741681317424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/04/u-must-do-this.html' title='u Must Do This!'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SBbrKjnVhlI/AAAAAAAAAKU/AoGj1A3WLgk/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-7707762343005353256</id><published>2008-04-21T03:03:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T15:08:39.946-08:00</updated><title type='text'>Cerdas Menguasai Informasi</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SAxnHLNWEhI/AAAAAAAAAJs/WS51XOpunFM/s1600-h/irwaan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SAxnHLNWEhI/AAAAAAAAAJs/WS51XOpunFM/s320/irwaan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5191637843416846866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ya, hati-hatilah dengan informasi!!&lt;br /&gt;Memasuki abad baru sekarang ini yang memasuki revolusi besar dalam ICT (information n Communication Technology), informasi menjadi sangat penting bagi hidup kita, rasa-rasanya sudah seperti laksana air bagi kehidupan, tak ada informasi, hidup kita serasa hampa dan tiada makna. Namun dibalik itu juga kita harus semakin hati-hati dengan arus informasi yang semakin deras, tidak menutup kemungkinan kita akan tenggelam didalam arus tersebut, kalau arusnya positif sih ga masalah,,kalau negatif..bisa jadi itulah akhir hidup kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tulisan menarik dari Herbert E. Meyer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Menganalisa Informasi&lt;br /&gt;Panduan langkah-demi langkah untuk Keterampilan Hidup yg Paling Penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hidup sekarang ini dalam dekade reovolusi informasi yang merupakan sebuah keajaiban dari energi dan kecerdikan manusia. Tidak ada sebelumnya terdapat begitu banyak informasi tersedia, begitu mudahnya dan murah tentang semua hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hal yang paling penting kita telah belajar bahwa informasi itu seperti air yang penting untuk hidup kita, kita tidak dapat bertahan hidup tanpanya. Tetapi jika terlalu banyak arus yang deras, kita akan tenggelam . Untuk menjaga supaya tidak tenggelam dal minformasi kita harus belajar untuk menggunakannya sebagaimana mestinya, yang berarti menggambarkan apa sebetulnya yang disampaikan dalam sebuah informasi. Sesudah semua itu, bukanlah informasi itu sendiri yang kita gunakan untuk menentukan keputusan, tapi pengetahuan dibalik informasi itu yang kita gunakan. Itulah alasan kenapa kita harus belajar bagaimana menganalisa informasi, bagaimana untuk mempengaruhi informasi yang kita perlukan dalam membuat keputusan yang kita hadapi, bagaimana mendapatkan informasi dan kemudian, ini adalah \tahap yang paling krusial, bagaimana menggali informasi untuk memahami pengetahuan yang terkandungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja kita semua menganalisa informasi setiap saat, sekalipun tanpa kita berusaha melakukannya. Contohnya, ketika kita melihat alat ukur bahan bakar didalam mobil kita menunjukan tanda ’kosong’ dan kita mengerti bahwa itu adalah saatnya untuk mencari pom bensin terdekat. Kita tiba di bandara, tiba-tiba di layar keberangkatan terlihat bahwa penerbangan kita dibatalkan dan kita tahu kita harus lari ke konter tiket dan memesan penerbangan yang lainnya., kita menonton laporan cuaca di Televisi yang memberi tahu bahwa ada badai salju ygn menghadang perjalanan kita, dan kita dengan cepat bergerak untuk membeli sekop. Mengolah arti dari informasi adalah bagian dari fitrah manusia, kita selalu melakukannya, dan kita tidak bisa mengehentikannya, sekalipun kita mencobanya..(bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-7707762343005353256?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/7707762343005353256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=7707762343005353256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/7707762343005353256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/7707762343005353256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/04/cerdas-menguasai-informasi.html' title='Cerdas Menguasai Informasi'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/SAxnHLNWEhI/AAAAAAAAAJs/WS51XOpunFM/s72-c/irwaan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-3668614214474647095</id><published>2008-04-07T22:37:00.000-07:00</published><updated>2008-04-07T23:04:38.144-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi atau Teokrasi 2</title><content type='html'>Sebagai seorang Muslim semestinya kita bisa menyadari hal tersebut karena sudah jelas dalam ikrar kita kepada Allah SWT bahwa Tiada Ilah Kecuali Allah dan bersaksi atas Kerosulan  Muhammad SAW dengan mengikuti petunjuknya yang termaktub dalam Al-Quran dan Sunah..&lt;br /&gt;Maka yang paling pas bagi kita seorang Muslim ketika berbicara sistem kenegaraan atau pemerintahan adalah sistem Teokrasi atau Sistem Pemerintahan Tuhan,,&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kekuasaan Tertinggi ada di Tangan Tuhan (Allah SWT)&lt;/span&gt; artinya Sistem Yang dijalankan itu menurut kehendak Sang Pencipta Yang Maha Sempurna!!Yang Tidak Ada Lalai sedikitpun..Yang Maha Adil..Dan MAha Atas Segala-galanya yang secara Tekstual ada  di dalam Al-Quran dan Sunah sebagai Pedomannya..bukan disandarkan pada keinginan manusia yang penuh dengan cela dan kekurangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah tak ada yang menyangkal kesempurnaan Islam yang mengatur segala aspek kehidupan kita? artinya seringkali kita perlu berkaca..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kemusliman kita perlu dipertanyakan ketika kita belum sepenuhnya menjalankan kehendak Allah SWT dalam kehidupan kita..khususnya dalam menjalankan ketentuan Allah (baca:Syariat) khususnya dalam bernegara???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu tidak!!!,,menurutku tidak sesederhana itu..&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bersambung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-3668614214474647095?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/3668614214474647095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=3668614214474647095' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/3668614214474647095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/3668614214474647095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/04/demokrasi-atau-teokrasi-2.html' title='Demokrasi atau Teokrasi 2'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-2833945584504322128</id><published>2008-04-07T19:59:00.001-07:00</published><updated>2008-04-07T20:01:08.709-07:00</updated><title type='text'>Demokrasi atau Teokrasi ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tentu saja istilah demokrasi secara harfiah/tekstual tidak terdapat dalam Islam (wong kata demokrasi bukan dari bahasa arab,,tapi dari bahasa yunani...= P ) demokrasi menghendaki segala sesuatu didasarkan pada keinginan bersama setiap orang, menghendaki hak asasi setiap orang dalam menentukan sesuatu, segala sesuatu yang berdasarkan demokrasi akan disebut demokratis. Demokrasi tidak menghendaki adanya pemaksaan kehendak dan sifat diktator atau kesewenang-wenangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan istilah demokrasi itu sendiri erat kaitannya dengan sistem kepemerintahan dimana demokrasi dapat didefinisikan sebagai “pemerintahan oleh rakyat; khususnya, oleh mayoritas; pemerintahan di mana kekuasaan tertinggi tetap pada rakyat dan dilakukan oleh mereka baik langsung atau tidak langsung melalui sebuah sistem perwakilan yang biasanya dilakukan dengan cara mengadakan pemilu bebas yang diadakan secara periodik; rakyat umum khususnya untuk mengangkat sumber otoritas politik; tiadanya distingsi kelas atau privelese berdasarkan keturunan atau kesewenang-wenangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;intinya, &lt;b style=""&gt;kekuasaan tertinggi itu ada di tangan rakyat &lt;/b&gt;, hal ini yang perlu kita luruskan bersama. Karena dalam Islam, berdasarkan akidah yang kita yakini bersama bahwa &lt;i style=""&gt;la haula wala kuwwata Illa Billah&lt;/i&gt;..Kekuasaan tertinggi hanyalah di tangan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa..bukan ada ditangan manusia atau rakyat.Ini sangat penting,,karena imbasnya akan sangat besar...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Konsekuensi menerapkan Kekuasaan Tertinggi di Tangan Rakyat...mengehendaki segala sesuatu berdasarkan maunya rakyat itu sendiri yang notabene seorang manusia yang merupakan makhluk. Sebagaiamana kita tahu yang namanya manusia itu tidak sempurna,, pertanyaannya mengapa demokrasi menyandarkan diri pada sosok manusia yang tidak sempurna itu, padahal ada sosok Yang Maha Sempurna Sang Pencipta manusia dan Seluruh Alam Semesta??..&lt;i style=""&gt;bersambung&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-2833945584504322128?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/2833945584504322128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=2833945584504322128' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2833945584504322128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2833945584504322128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/04/demokrasi-atau-teokrasi.html' title='Demokrasi atau Teokrasi ?'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-3681699479544987254</id><published>2008-03-26T18:59:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T19:07:50.068-07:00</updated><title type='text'>Bank Syariah Untuk UMKM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam perekonomian domestik semakin meningkat terutama setelah krisis 1997. UMKM mempunyai potensi dan peranan yang sangat penting dan strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Pada masa krisis, UMKM menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi krisis, sementara usaha besar banyak yang terpuruk karena banyak bergantung pada pinjaman luar negeri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1053" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\INTEL\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.emz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="NO-BOK"&gt;Pada tahun 2006, peran UMKM terhadap penciptaan PDB nasional tercatat sebesar Rp. 1.778,75 triliun atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;53,28 persen dari total PDB nasional, mengalami perkembangan sebesar Rp. 287,68&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;triliun atau 19,29 persen dibanding tahun 2005. Kontribusi Usaha Kecil tercatat sebesar Rp. 1.257,65 triliun atau 37,67 persen dan Usaha Menengah sebesar Rp. 521,09 triliun atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;15,61 persen, selebihnya sebesar Rp. 1.559,45 triliun atau 46,72 persen merupakan kontribusi Usaha Besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoBodyText" style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1052" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;        Sektor ekonomi UMKM yang memiliki proporsi unit usaha terbesar adalah sektor (1) Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan (53,57%) (2) Perdagangan, Hotel dan Restoran (27,19%) (3) Industri Pengolahan (6,58%) (4) Jasa-jasa (6,06%) ; serta (5) Pengangkutan dan Komunikasi&lt;/span&gt; (5,52%) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;/span&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1047" style="'position:absolute;" coordorigin="2388,2061" coordsize="7920,5760"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1048" style="'position:absolute;left:3828;top:7281;width:5040;" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-size:8.0pt;mso-ansi-language:"&gt;Sumber : Statistik Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:rect&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1049" style="'position:absolute;left:2388;top:2061;" coordorigin="2388,7220" coordsize="7800,5490"&gt;   &lt;v:shape id="_x0000_s1050" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;" wrapcoords="2706 1800 2609 2304 2996 2448 8408 2952 8408 3384 9954 4104 10776 4104 8795 4680 8021 4968 8021 5256 7055 5760 7200 6912 4156 8136 4107 8640 4784 8712 4059 9000 4107 9432 8118 9864 6330 10944 6185 11232 6089 11736 6089 12168 1691 12528 1691 13104 1401 13320 1401 13824 7442 14472 2223 15120 2174 15624 2899 15696 4059 16776 4349 16992 4397 17856 9471 17928 8553 18288 8505 18648 8746 18720 8940 18720 9471 18720 11066 18144 11162 17640 10776 17424 9230 16776 12999 16776 14400 16488 14448 15408 9906 14472 19184 14328 19715 14040 19281 13320 20005 12600 19570 12168 15415 12168 15366 11376 15173 11016 15221 10728 13192 10224 10631 9864 10534 8784 14738 7632 14883 7200 10776 6408 11017 5976 10872 5760 9906 5256 10776 4104 11646 4104 13192 3384 13144 2952 15946 2952 18942 2376 18894 1800 2706 1800"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\INTEL\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.emz" title=""&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1051" style="'position:absolute;left:2628;top:7641;" stroked="f"&gt;    &lt;v:textbox&gt;     &lt;![if !mso]&gt;     &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-size:11.0pt;"&gt;Grafik 2. Proporsi Sektor       Ekonomi UMKM Berdasarkan Jumlah Unit Usaha Tahun 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;       &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;     &lt;/table&gt;     &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;   &lt;/v:rect&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: relative; z-index: 5; left: 16px; top: -36px; width: 528px; height: 384px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Microsoft Sans Serif&amp;quot;;" lang="NO-BOK"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Pada periode januari 2008 , Hingga periode Januari 2008 terdapat 3 Bank Umum Syariah, 25 Unit/Divisi Usaha Syariah dan 115 Bank Perkreditan Rakyat Syariah yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Pembiayaan yang disalurkan Perbankan Syariah untuk sektor UMKM tercatat sebesar Rp18,38 Triliun (67,82% dari total pembiayaan) sedangkan pembiayaan untuk sektor non-UKM sebesar Rp.8,72 Triliun (32,18% dari total pembiayaan), hal ini menunjukan peranan Bank Syariah dalam memberdayakan UMKM khususnya dalam hal pembiayaan sudah cukup tinggi meski pangsa pasar masih sangat kecil 2,79% dari total kredit perbankan nasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1026" style="'position:absolute;" stroked="f"&gt;  &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1026'"&gt;   &lt;![if !mso]&gt;   &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;     &lt;div&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="SV" style="'font-size:8.0pt;mso-ansi-language:"&gt;Sumber : Statistik Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah&lt;span style="'mso-spacerun:yes'"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/table&gt;   &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt; &lt;/v:rect&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t75" style="'position:absolute;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\INTEL\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.emz" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;        Kinerja pembiayaan Bank Syariah pun cukup baik dengan tingkat pembiayaan bermasalah yang relatif kecil. Pada Januari 2008,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembiayaan bermasalah (&lt;i&gt;Non-Performing Financing &lt;/i&gt;= NPF) Perbankan Syariah mencapai 4,18%, Dengan &lt;i&gt;Financing to Deposit Ratio &lt;/i&gt;(FDR) nasional hingga Januari 2008 sebesar 97,87%, menunjukkan ruang untuk pemberian kredit kepada UMKM jauh lebih besar dibanding &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Loan to Deposit Ratio&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (LDR) perbankan nasional sebesar 69,2% dengan &lt;i style=""&gt;Non Performing Loan&lt;/i&gt; (NPL) sebesar 4,64&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Tabel. 1 Perbandingan Pembiayaan Perbankan Syariah dengan Perbankan Nasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoTableGrid" style="border: medium none ; width: 419.4pt; border-collapse: collapse;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" width="559"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; padding: 0cm 5.4pt; width: 218.3pt;" valign="top" width="291"&gt;&lt;div&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Per-Januari 2008 &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 97pt;" valign="top" width="129"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Perbankan Syariah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 104.1pt;" valign="top" width="139"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Perbankan Nasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 218.3pt;" valign="top" width="291"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;Nilai   Pembiayaan/Kredit UMKM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;Financing/Loan to   Deposit Ratio (FDR/LDR)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;Non Performing   Financing/Loan (NPF/NPL)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 97pt;" valign="top" width="129"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Rp18,38 Triliun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;97,87%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;4,18%&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0cm 5.4pt; width: 104.1pt;" valign="top" width="139"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Rp.235,28 Triliun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;69,2%&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;4,64%&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; line-height: 150%; font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1046" style="'position:absolute;left:0;text-align:left;" stroked="f"&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 4; left: 0px; margin-left: -1px; margin-top: 6px; width: 2px; height: 28px;"&gt;  &lt;table style="left: -1px; width: 7px;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;   &lt;td style="background: white none repeat scroll 0% 50%; vertical-align: top; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" bgcolor="white" height="28" width="329"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Untuk itu dibutuhkan berbagai upaya dalam mendorong perbankan di satu sisi, untuk memperbesar alokasi pemberian pembiayaan kepada UMKM dan di sisi lain UMKM perlu dibantu dalam rangka mempermudah aksesnya dalam mendapatkan layanan perbankan dengan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt; kerjasama dan dukungan dari berbagai lembaga terkait yang bergerak di sektor keuangan maupun non-keuangan yang berprinsip syariah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;"&gt;Terdapat beberapa jenis lembaga keuangan syariah yang berperan namun masing-masing memiliki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;proses dan fokus sasaran yang berbeda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Lembaga Keuangan Bank :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Bank Indonesia (Bank Sentral) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Bank Umum Syariah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Unit/Divisi Usaha Syariah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;BPR Syariah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -24pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Lembaga Keuangan Non-Bank &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Koperasi Syariah &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;BMT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Pegadaian Syariah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 24pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;BAZ/ LAZ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Maka ketika berbicara tentang peran Bank Syariah, disini mencakup peran Bank Indonesia, Bank Umum Syariah, Unit/Divisi Usaha Syariah (dari Bank Umum Konvensional termasuk BPD) dan BPR Syariah. Lembaga Keuangan Non-Bank di fokuskan untuk mengembangkan Usaha level Mikro hingga Usaha Kecil, sedangkan Lembaga Keuangan Bank dari Usaha Level Menengah Hingga Usaha Besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Sehingga dalam praktiknya semua bekerja sama mengembangkan sektor riil dengan fokus yang jelas yang saling mendukung. Dalam tingkatan perbankan pun, BPR Syariah memiliki fokus yang berbeda dibanding Bank Umum Syariah. Dimana Bank Umum lebih fokus untuk usaha menengah dan besar, sedangkan BPR untuk usaha menengah dan kecil. Sehingga ketika berbicara mengenai peranan Bank Syariah dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang lebih berperan adalah BPR Syariah dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah seperti Koperasi Syariah dan BMT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Namun demikian peranan Bank Umum Syariah termasuk Unit/Divisi Usaha Syariah tidak bisa lepas dalam pemberdayaan UMKM tersebut karena BPRS dan LKMS juga perlu dukungan modal yang kuat dan pengembangan dari BUS/UUS sebagai &lt;i style=""&gt;Back-Up&lt;/i&gt; Oleh karena itu, dalam memberikan pembiayaan dan pemberdayaan UMKM, Bank Syariah membutuhkan kerja sama yang sinergis antara BUS/UUS, BPRS dan lembaga keuangan terkait seperti LKMS atau Koperasi. Bahkan kini Badan/Lembaga Amil Zakat pun telah memiliki program pengembangan dan pemberdayaan UMKM dalam rangka menyalurkan dana ZISWAF (Zakat Infak Shadaqah dan Wakaf) untuk sektor yang produktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1028" style="'position:absolute;" coordorigin="2508,6561" coordsize="7680,3604"&gt;  &lt;v:rect id="_x0000_s1029" style="'position:absolute;left:7548;top:9625;width:2640;"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1029'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;Usaha Mikro&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:rect&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1030" style="'position:absolute;left:7548;top:8646;"&gt;   &lt;v:textbox&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;Usaha Kecil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:rect&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1031" style="'position:absolute;left:7548;top:8001;"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1031'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;Usaha Menengah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:rect&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1032" style="'position:absolute;left:7548;top:7281;"&gt;   &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1032'"&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;Usaha Besar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:rect&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1033" style="'position:absolute'" from="6588,9934" to="7548,9934" strokeweight="1.5pt"&gt;   &lt;v:stroke dashstyle="dash" startarrow="open"&gt;  &lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1034" style="'position:absolute'" from="5988,8901" to="7428,8901" strokeweight="1.5pt"&gt;   &lt;v:stroke dashstyle="dash" startarrow="open"&gt;  &lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1035" style="'position:absolute'" from="5388,7641" to="7548,7641" strokeweight="1.5pt"&gt;   &lt;v:stroke dashstyle="dash" startarrow="open"&gt;  &lt;/v:line&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1036" style="'position:absolute'" from="5748,8361" to="7428,8361" strokeweight="1.5pt"&gt;   &lt;v:stroke dashstyle="dash" startarrow="open"&gt;  &lt;/v:line&gt;&lt;v:group id="_x0000_s1037" style="'position:absolute;left:2508;top:6561;" coordorigin="4908,3681" coordsize="4080,3600"&gt;   &lt;v:shapetype id="_x0000_t127" coordsize="21600,21600" spt="127" path="m10800,l21600,21600,,21600xe"&gt;    &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;    &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="custom" connectlocs="10800,0;5400,10800;10800,21600;16200,10800" textboxrect="5400,10800,16200,21600"&gt;   &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1038" type="#_x0000_t127" style="'position:absolute;"&gt;   &lt;v:line id="_x0000_s1039" style="'position:absolute'" from="5388,6455" to="8508,6455"&gt;   &lt;v:line id="_x0000_s1040" style="'position:absolute'" from="5868,5530" to="8028,5530"&gt;   &lt;v:rect id="_x0000_s1041" style="'position:absolute;left:5508;top:6640;" stroked="f"&gt;    &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1041'"&gt;     &lt;![if !mso]&gt;     &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;LKMS /       Koperasi / BAZ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;       &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;     &lt;/table&gt;     &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;   &lt;/v:rect&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1042" style="'position:absolute;left:5868;top:5715;" stroked="f"&gt;    &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1042'"&gt;     &lt;![if !mso]&gt;     &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;BPRS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;       &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;     &lt;/table&gt;     &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;   &lt;/v:rect&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1043" style="'position:absolute;left:6348;top:4761;" stroked="f"&gt;    &lt;v:textbox style="'mso-next-textbox:#_x0000_s1043'"&gt;     &lt;![if !mso]&gt;     &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;      &lt;tr&gt;       &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;       &lt;div&gt;       &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;BUS / &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;UUS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;       &lt;/div&gt;       &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;      &lt;/tr&gt;     &lt;/table&gt;     &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;   &lt;/v:rect&gt;&lt;/v:group&gt;&lt;v:rect id="_x0000_s1044" style="'position:absolute;left:4188;" stroked="f"&gt;   &lt;v:textbox&gt;    &lt;![if !mso]&gt;    &lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%"&gt;     &lt;tr&gt;      &lt;td&gt;&lt;![endif]&gt;      &lt;div&gt;      &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="'text-align:center'"&gt;&lt;b style="'mso-bidi-font-weight:normal'"&gt;&lt;span style="'font-size:10.0pt'"&gt;BI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;      &lt;![if !mso]&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;/table&gt;    &lt;![endif]&gt;&lt;/v:textbox&gt;  &lt;/v:rect&gt;&lt;v:line id="_x0000_s1045" style="'position:absolute'" from="3948,7461" to="5148,7461"&gt; &lt;/v:group&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style="position: absolute; z-index: 3; left: 0px; margin-left: 46px; margin-top: 13px; width: 1px; height: 52px; top: 2036px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Di lembaga non-keuangan terdapat benyak sekali pihak yang berkepentingan dalam pemberdayaan UMKM, diantaranya adalah pemerintah yang dekelola oleh Departemen Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) dan juga lembaga pendidikan khususnya Perguruan Tinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Mengingat begitu banyaknya Lembaga/Badan yang bergerak untuk memberdayakan UMKM, maka kerjasama yang sinergis mutlak dilakukan supaya setiap gerak program yang ada bisa lebih efektif dalam mencapai tujuan yang diharapkan, ketika kerjasama tidak optimal boleh jadi justru akan menghambat kemajuan UMKM itu sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Beberapa uapaya yang dapat dilakukan antara lain :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Optimalisasi      Fungsi Intermediasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Sebagaimana fungsi bank pada umumnya sebagai lembaga intermediasi antara sektor keuangan/ permodalan dengan sektor usaha riil , bank syariah pun tentu berupaya untuk mengoptimalkan fungsi tersebut dengan terus meningkatkan penghimpunan dana yang akan berimbas pada peningkatan penyaluran permodalan kepada pelaku UMKM mengingat masih minimnya akses pelaku UMKM terhadap perbankan dan masih rendahnya pangsa pasar perbankan syariah dibandingkan perbankan nasional secara keseluruhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Program Kemitraan      dan Jaringan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Merupakan salah satu upaya pengembangan UMKM dengan melibatkan Usaha Menengah/Usaha Besar (UM/UB) sebagai mitra untuk saling bekerjasama. Selaras dengan UU No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil, kemitraan didefinisikan sebagai kerjasama yang saling menguntungkan antara UMKM dengan usaha besar maupun usaha mikro dan kecil dengan usaha menengah yang didasarkan suatu kontrak atau perjanjian tertulis maupun tidak, disertai dengan upaya pembinaan dan pengembangan oleh mitra UM/UB dengan memperhatikan prinsip saling membutuhkan, memperkuat dan saling menguntungkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Pendampingan,      Pembinaan dan Konsultasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Dengan sistem bagi hasil yang adil dimana keuntungan dan kerugian ditanggung bersama, jika usaha yang dibiayai bank syariah mengalami kerugian maka bank pun ikut mendapatkan kerugian maka bank syariah otomatis harus memperhatikan dan menjaga &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;supaya usaha yang dibiayai bisa berjalan dengan baik dan mengasilkan keuntungan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Artinya bank syariah harus terlibat didalamnya untuk mengupayakan pertumbuhan dan kemajuan UMKM, sederhananya mengusahakan bagaimana caranya Usaha Mikro bisa maju menjadi Usaha Kecil, Usaha Kecil bisa maju menjadi Usaha Menengah, dan bagaimana caranya usaha menengah bisa maju menjadi Usaha Besar dan seterusnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Hal itu penting juga bagi Perbankan Syariah karena secara tidak langsung kemajuan UMKM akan memajukan Bank Syariah juga sehingga perbankan syariah bisa lebih kokoh karena memiliki basis sektor riil yang maju dan berkembang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Pengembangan      Inkubasi Bisnis (INBIS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Berdasarkan riset yang dilakukan Bank Indonesia, Pengembangan INBIS melibatkan perguruan tinggi sebagai upaya mempersiapkan perguruan tinggi menuju &lt;i&gt;entrepreneurial university &lt;/i&gt;melalui pengembangan budaya kewirausahaan dengan cara &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Menumbuhkembangkan budaya kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Mewujudkan sinergi potensi perguruan tinggi dengan potensi dunia usaha sehingga dapat menumbuhkembangkan IPTEK sesuai kebutuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Mendorong pemanfaatan potensi bisnis akademik dan nonakademik yang bernilai komersial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="FI"&gt;Meningkatkan peluang keberhasilan wirausaha baru melalui kegiatan pelayanan konsultasi terpadu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="FI"&gt;Menumbuhkembangkan kegiatan-kegiatan yang mendorong terwujudnya unit-unit usaha sebagai sumber pendapatan (&lt;i&gt;income generating unit&lt;/i&gt;) di perguruan tinggi dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengantisipasi otonomi perguruan tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: Garamond;" lang="SV"&gt;Lembaga/departemen yang berperan dalam Inkubator Bisnis antara lain Kementerian Koperasi dan UKM, Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT) Kementerian Riset dan Teknologi serta Departemen Pendidikan Nasional. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-3681699479544987254?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/3681699479544987254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=3681699479544987254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/3681699479544987254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/3681699479544987254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/03/bank-syariah-untuk-umkm.html' title='Bank Syariah Untuk UMKM'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-2335365293292490920</id><published>2008-03-17T21:09:00.000-07:00</published><updated>2008-12-11T15:08:40.661-08:00</updated><title type='text'>Perkembangan Bank Syariah Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/R99B6olsLtI/AAAAAAAAAGQ/pRkGbrY2yaw/s1600-h/pertumbuhan+Bank+Syariah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/R99B6olsLtI/AAAAAAAAAGQ/pRkGbrY2yaw/s320/pertumbuhan+Bank+Syariah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5178930572083080914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Gerakan lembaga keuangan Islam modern dimulai dengan didirikannya sebuah local saving bank yang beroperasi tanpa bunga di desa Mit Ghamir di tepi sungai Nil Mesir pada yahun 1969 oleh Dr. Abdul Hamid An Naggar [1]. Walaupun beberapa tahun kemudian tutup karena masalah manajemen, bank lokal ini telah mengilhami diadakannya konferensi ekonomi Islam pertama di Makkah pada tahun 1975. Sebagai tindak lanjut rekomendasi dari konferensi tersebut, dua tahun kemudian, lahirlah Islamic Development Bank (IDB) yang kemudian diikuti oleh pendirian lembaga-lembaga keuangan Islam di berbagai negara, termasuk negara-negara bukan anggota OKI, seperti Philipina, Inggris, Australia, Amerika Serikat dan Rusia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Upaya intensif pendirian Bank Islam [2] di Indonesia dapat ditelusuri sejak tahun 1988, yaitu pada saat Pemerintah mengeluarkan Paket Kebijakan Oktober (PAKTO) yang mengatur tentang deregulasi industri perbankan di Indonesia. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ulama waktu itu telah berusaha untuk mendirikan bank bebas bunga, tetapi tidak ada satupun perangkat hukum yang dapat dirujuk kecuali adanya penafsiran dari peraturan perundang-undangan yang ada bahwa perbankan dapat saja menetapkan bunga sebesar 0% (nol persen).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah adanya rekomendasi dari Lokakarya Ulama tentang Bunga Bank dan Perbankan di Cisarua (Bogor) pada tanggal 19-22 Agustus 1990 yang kemudian diikuti dengan diundangkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, di mana perbankan bagi hasil diakomodasikan, maka Bank Muamalat Indonesia merupakan Bank Umum Islam pertama yang beroperasi di Indonesia. Pendirian Bank Muamalat ini diikuti oleh pendirian Bank-bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Namun karena lembaga ini masih dirasakan kurang mencukupi dan belum sanggup menjangkau masyarakat Islam lapisan bawah, maka dibangunlah lembaga-lembaga simpan pinjam yang disebut Baitul Maal wat Tamwil (BMT).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah dua tahun beroperasi, Bank Muamalat mensponsori pendirian asuransi Islam pertama di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; yaitu Syarikat Takaful Indonesia dan menjadi salah satu pemegang sahamnya. Selanjutnya pada tahun 1997, Bank Muamalat mensponsori Lokakarya Ulama tentang Reksadana Syariah yang kemudian diikuti oleh beroperasinya lembaga reksadana syariah oleh PT. Danareksa. Di tahun yang sama pula, berdiri sebuah lembaga pembiayaan (multifinance) syariah, yaitu BNI-Faisal Islamic Finance Company.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selama lebih dari enam tahun beroperasi, kecuali Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1992, praktis tidak ada peraturan perundang-undangan lainnya yang mendukung sistim beroperasinya Perbankan Syariah. Ketiadaan perangkat hukum pendukung ini memaksa Perbankan Syariah menyesuaikan produk-produknya dengan hukum positif yang berlaku (yang nota bene berbasis bunga/konvensional), di Indonesia. Akibatnya ciri-ciri syariah yang melekat padanya menjadi tersamar dan Bank Islam di Indonesia tampil seperti layaknya bank konvensional.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, maka secara tegas Sistem Perbankan Syariah ditempatkan sebagai bagian dari sistim perbankan nasional. UU tersebut telah diikuti dengan ketentuan pelaksanaan dalam beberapa Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia tanggal 12 Mei 1999, yaitu tentang Bank Umum, Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan BPR Berdasarkan Prinsip Syariah. Perangkat hukum itu diharapkan telah memberikan dasar hukum yang lebih kokoh dan peluang yang lebih besar dalam pengembangan Perbankan Syariah di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;1 Ahmad An Naggar, Muhafazah wal Mu’asaroh; Dirasah fiil Masrafiyah Laa Ribawiyah, Darul Kutub, Kairo, 1985.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2 Dalam Peraturan perundang-undangan &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, Bank Islam disebut sebagai Bank Syariah&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-2335365293292490920?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/2335365293292490920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=2335365293292490920' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2335365293292490920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2335365293292490920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/03/perkembangan-bank-syariah-indonesia.html' title='Perkembangan Bank Syariah Indonesia'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_uiiAjFn0OG4/R99B6olsLtI/AAAAAAAAAGQ/pRkGbrY2yaw/s72-c/pertumbuhan+Bank+Syariah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-8936696763806470024</id><published>2008-03-17T20:56:00.002-07:00</published><updated>2008-03-17T21:01:41.485-07:00</updated><title type='text'>Strategi Umar bin Abdul Aziz Dalam Membangun Ekonomi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Umar bin Abdul Aziz telah menjadi proklamator dalam melakukan reformasi ekonomi dalam bentuk kebijakan pembangunan ekonomi modern, yang berhasil mencapai keseimbangan antara kekuatan supply and demand bahkan terjadi surplus pendapatan dalam neraca anggaran negara, tidak lain semua anggaran itu dipergunakan untuk memperbaiki kondisi rakyatnya dalam semua dimensi baik dalam dimensi spiritual maupun matriil, untuk memenuhi kebutuhan rakyatnya sehingga semuanya hidup dalam peringkat ekonomi yang cukup (kemiskinan dan pengangguran tidak didapatkan pada masa kepemimpinannya), dan tercapailah keadilan dalam pendistribusian kekayaan (anggaran) kepada rakyatnya, dan Umar Bin Abdul Aziz selalu menghimbau kepada rakyatnya untuk selalu melakukan investasi dalam berbagai bentuk dan juga menerapkan sistem perpajakan untuk mencapai keseimbangan ekonomi, secara ringkasnya Umar bin Aziz telah mampu mendesain rakyatnya dengan kemakmuran dan kesejahteraan, yang mana sistem konvensional tidak akan bisa mencapai target ekonomi yang mengagumkan ini. &lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hal ini juga diakui Rogeh Garudi (penulis Prancis dalam bukunya kembali ke Islam), dia mengatakan: "Konsep ekonomi Islam sangat kontradiksi dengan ekonomi yang dipahami barat, yang mana ekonomi hanya dipahami sebatas produksi dan konsumsi sebagai tujuan utamanya; bagaimana dapat memproduksi sebesar-besar sehingga dapat menkonsumsi sebanyak-banyaknya baik komoditi itu bermanfaat maupun tidak, dengan tidak memperhatikan tujuan-tujuan hidup kemanusiaan, sedangkan dalam ekonomi Islam tidak hanya bertujuan pada pertumbuhan saja, tapi bagaimana dapat mencapai keseimbangan"( Hasan Taqi : 1402 H, hal. 102).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka untuk menciptakan rakyatnya dalam desain kemakmuran dan kesejahteraan Umar bin Abdul Aziz mengimplementasikan strategi-strategi kebijakan ekonomi sebagai berikut:Pertama: Memberikan solusi terhadap "Problematika Ekonomi", Problematika ekonomi akan terjadi apabila sumber ekonomi terbatas, akan tetapi kebutuhan manusia sangat beragam. Maka dari sini sumber permasalahan ekonomi adalah dua hal pokok, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. Sumber ekonomi, dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b. Kebutuhan ekonomi, baik dalam tingkat individu, keluarga, masyarakat dan &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Maka upaya Umar bin Abdul Aziz dalam memberikan solusi atas &lt;b style=""&gt;problem pertama&lt;/b&gt; adalah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; dengan memberantas korupsi dari para koruptor baik dari kelas kakap sampai kelas teri. Agar semua kekayaan itu dikembalikan kepada negara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; dengan merekonstruksi sistem perpajakan, yang mana pada waktu itu banyak para pejabat yang tidak membayar pajak, akan tetapi rakyat kecil lah yang dikenai pajak yang melampui batas. Sehingga semua ini membutuhkan reformasi sistem perpajakan agar menjadi adil dalam pemasukan anggaran negara. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;, penghematan anggaran dalam pemberian fasilitas pejabat negara dan juga penghematan dalam perayaan peringatan hari besar keagamaan dan kenegaraan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam memberikan solusi &lt;b style=""&gt;problematika kedua &lt;/b&gt;adalah : &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; : Umar bin Abdul Aziz mengambil kebijakan dengan berdasarkan Instruksinya kepada para menterinya dengan mengatakan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Wajib bagi orang muslim -(dengan kata muslim sebab mayoritas rakyatnya adalah muslim artinya adalah semua rakyatnya baik muslim dan non-muslim)- mempunyai rumah untuk bersinggah, pembantu yang dapat meringankan tugasnya, kendaraan untuk mencari pendapatan (kalau masa dulu kendaraan untuk berjihad), dan terpenuhinya perlengkapan rumah tangga".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dan semua kebutuhan rakyat ini dipenuhi pada masa Umar bin Abdul Aziz. Hingga Umar bin Abdul Aziz mengatakan kepada rakyatnya: "Apa-apa yang kalian inginkan kirimkan surat kepadaku pasti aku penuhi". Maka pada waktu itu sistem takaful sosial (jaminan sosial sudah diimplementasikan secara penuh). Kebutuhan-kebutuhan rakyat semua telah dipenuhi baik yang bersifat kebutuhan dasar ekonomi, sosial maupun pendidikan dan kesehatan. Semua gaji pegawai yang asalnya kecil dapat dinaikan bahkan dalam suatu riwayat Umar bin Abdul Aziz&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;setiap hari memanggil-manggil&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;" Aina al- Muhtajun? Aina al-Ghorimun Aina an-Nakihun?"&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Mana rakyatku yang membutuhkan bantuan? &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mana orang-orang yang banyak hutangnya? Mana orang-orang mau menikah tapi tidak punya modal? Maka akan aku penuhi kebutuhan-kebutuhan kalian). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dan semua kebutuhan rakyatnya telah terpenuhi pada masa Umar bin Abdul Aziz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;: Mengimplementasikan Secara Penuh Dasar Hidup Kecukupan Kepada Semua Rakyatnya. Maka dalam menerapkan kebijakan ini, Umar bin Abdul Aziz memulai dari diri dan keluarganya agar tidak hidup dengan bermewah-mewahan, bahkan gajinya sebagai seorang khalifah pun tidak diambil karena sudah kecukupan dari kekayaan pribadinya dan gaji tersebut diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dasar hidup kecukupan ini, Islam telah mewajibkan kepada negara agar dapat memenuhinya sebagaimana Ibnu Taimiyah Berkata: "Agar para penguasa mengambil kekayaan dari hal yang halal dan memberikan kepada orang-orang yang berhak". Dasar ini juga mengambil intisari QS. Al-Hasyr: 7, yang mengatakan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;" Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang diimplementasikan Rasul, Saw. Dalam hadisnya yang diriwayatkan Bukhori dalam sahihnya berbunyi: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Barang siapa yang kaya agar dia dapat duduk dengan orang yang fakir dan barang siapa yang mempunyai kekayaan lebih agar dia duduk dengan orang yang kekurangan".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari contoh hadis inilah menggambarkan adanya takaful ijtimai dalam masyarakat agar tercipta masyarakat yang kecukupan. Bertitik tolak dari dasar diatas Umar bin Abdul Aziz dapat menegakkan keadilan yang sebenar-benarnya melalui kebijakan pendistribusian anggaran sesuai pada tempatnya. Sebagaimana kebijakannya yang mengatakan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Saya sangat senang agar para orang kaya (konglomerat) berkumpul dan memberikan sebagian harta mereka kepada orang-orang fakir, sehingga kita sama dengan mereka dan saya lah yang pertama kali, kekayaanku adalah kekayaan mereka"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;. (Khadijah Nabrawi: 1998, 57). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada suatu hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu saat rakyatnya yang bernama Anbasah bin Saad&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;datang kepada Umar bin Abdul Aziz meminta kebutuhannya, untuk mengetahui konsep kecukupan itu (Haddu al- Kifayah). Kemudian Umar bin Abdul Aziz bertanya kepadanya: Ya, Anbasah Jika Anda memiliki harta yang halal maka cukuplah itu, dan jika harta itu haram jangan kau tambahkan keharaman itu, beritahulah kami! Apakah kamu membutuhkan bantuan? Dia menjawab tidak, kemudian Umar bertanya lagi: Apakah kamu punya hutang? Dia menjawab tidak. Kemudian Umar bin Abdul Aziz berkata: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Bagaimana kami memberikan harta Allah kepadamu padahal kamu tidak membutuhkannya, jika Aku memberikan harta itu kepadamu berarti kami meninggalkan hak orang-orang fakir, dan jika kamu orang yang banyak hutangnya, maka akan aku penuhi hutangmu itu dan jika kamu orang yang membutuhkan maka akan aku beri kamu agar kamu dapat mandiri, Bertaqwalah kepada Allah, dari mana harta ini kami kumpulkan, intropeksilah dirimu sebelum Allah menanyakan pertanggung jawabanmu di hari kelak.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;: Mengimplementasikan Dasar ekonomi Berkeadilan Sosial dalam pendistribusian Kekayaan Rakyat. Dasar kebijakan ini sangat urgen sekali, khususnya bagi para pemegang kebijakan. Karena kefakiran dan pengangguran tidak lain disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang kurang berkeadilan sosial, sehingga berdampak pada jurang pemisah yang sangat lebar antara masyarakat kaya dan miskin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka dalam mereformasi kondisi masyarakat seperti ini Umar bin Abdul Aziz mengambil kebijakan redistribusi pendapatan dan kekayaan masyarakat secara adil, hal itu dengan cara menginventarisir kebijakan-kebijakan pemimpin sebelumnya mana yang sudah sesuai pada tempatnya dan mana yang masih menyeleweng. Maka Umar bin Abdul Aziz mengkritik pemimpin sebelumnya (Sulaiman bin Abdul Malik) dalam strategi pemerataan pembangunan dan pendistribusian kepada rakyatnya dengan mengatakan: " Sungguh Saya melihat orang yang kaya semakin kaya dan orang yang miskin ditinggalkan dalam kondisi kefakirannya". (Siratu Umar li Ibnu Abdi al-Hakim: hal. 135). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari kondisi semacam ini, maka Umar bin Abdul Aziz mengambil kesimpulan bahwa kefakiran dan kemiskinan itu disebabkan kebijakan distribusi dan pemerataan kekayaan dan pendapatan yang tidak adil, sehingga Umar bin Abdul Aziz menempuh kebijakan-kebijakan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;a. Melarang kepada para pejabat negara dalam menghamburkan kekayaan umat/negara, dan memerintahkan untuk mengembalikan kekayaan negara yang telah diambilnya secara illegal, jika harta perorangan yang dirampas segera mengembalikan kepada pemiliknya, dan jika pemiliknya sudah tiada harta itu dikembalikan kepada ahli warisnya dan bila tidak didapati maka dikembalikan ke Baitul Mal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;b. Dengan memberikan bantuan kepada masyarakat miskin dan mereka dijamin hidup layak yang berkecukupan (haddu al- kifayah) dengan cara distribusi pemberdayaan zakat, pajak, khoroj, usyur (beacukai) dan lain sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Istilah sekarang dibutuhkan pemberdayaan UMKM, Koperasi, yang mana distribusinya agar merata dan berkeadilan. Dan pemerintahlah seyogyanya yang menjemput dan memberikan tawaran pemberdayaan itu sebagaimana yang dilakukan Umar bin Abdul Aziz tiap harinya selau mencari dengan mengatakan: "Mana orang yang membutuhkan? Mana orang yang banyak hutangnya? Dan mana orang yang ingin menikah tapi tidak punya modal? Semua akan dipenuhi oleh Umar bin Abdul Aziz sebagaimana yang telah kita terangkan di atas. Maka dari sini pemerintah seyogyanya mengimplementasikan kebijakan Jaminan Sosial bagi yang masyarakat yang tidak mampu bekerja dan tidak produktif.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;: Menerapkan Sistem Reformasi Perpajakan untuk mencapai keseimbangan ekonomi. Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, maka sektor perpajakan adalah menjadi perhatiannya yang paling besar, karena dari sektor inilah semua sistem keadilan dan pertumbuhan ekonomi dimulai. Maka kebijakan reformasi perpajakan sangat penting, yaitu dengan menempatkan perpajakan secara proporsional, artinya; semua masyarakat dari kelas teri sampai kelas kakap semua warga negara dikenai pajak sesuai dengan banyak dan sedikitnya kekayaan yang masyarakat miliki (Kekayaan Kena Pajak (KKP)). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Karena pada masa Umawiyah sebelum Umar bin Abdul Aziz memerintah, sistem perpajakan ini sangat amburadul, dan banyak kekayaan ini didapatkan dari penindasan kepada masyarakat kecil dan para konglomerat dibebaskan dari perpajakan. Maka Umar bin Abdul Aziz menerapkan keadilan dan menempatkan kebijakan perpajakan sesuai dengan porsinya. Dan dia mengatakan bahwa Rasulullah diutus sebagai petunjuk tidak sebagai pengambil pajak. Dan perkataan ini juga dilengkapi oleh Ali, RA. "Pemimpin yang mengambil pajak dan ia tidak membangun rakyatnya, maka dia telah merusak negaranya". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka tujuan dari pajak tidak lain adalah sebagai modal untuk membangun negaranya dengan berkeadilan sosial. Sehingga dengan demikian jurang pemisah antara kaya dan miskin akan hilang dalam tatanan sosial, karena adanya keadilan sesuai dengan proporsinya dan batas hidup layak telah terimplementasikan sebagai buah pembangunan yang bermodalkan dari pajak, zakat, SDA dan pendapatan negara lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;: Proteksi Kekayaan Negara dan Rasionalisasi Pembelajaan Anggaran. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kekayaan umum (negara). Adalah kekayaan yang bersifat umum artinya semua unsur masyarakat merasa memiliki dan bertanggung jawab atas hal itu. Karena terlalu banyaknya kekayaan negara, otomatis proteksi ini akan melemah dan otomatis akan terjadi penyelewengan, korupsi harta negara. Maka pengawasan ini sangat penting agar kekayaan negara dapat diamankan dari tangan-tangan pencuri yang berdasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sehingga langkah Umar bin Abdul Aziz dalam hal ini adalah memilih pejabatnya dari orang-orang yang amanah, professional dan tidak boros dalam membelanjakan harta negara. Maka anggaran birokrasi, fasilitas pejabat dan anggaran pembelian senjata militer harus dirasionalisasikan agar penghematan keuangan negara dapat terwujud demi mencapai pembangunan bangsa yang berkeadilan sosial, adil dan makmur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keenam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;: Mendorong Investasi dalam Berbagai sektor. Umar bin Abdul Aziz menghimbau kepada rakyatnya agar berinvestasi dalam semua bidang; industri, pertanian, biro jasa dan pelayanan, perdagangan dan semua bentuk mata pencaharian yang menghasilkan pendapatan untuk mewujudkan program hidup layak yang berkeadilan. Baik investasi ini dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Karena dalam ajaran Islam juga mendorong akan hal ini baik investasi matriil (duniawi) maupun in-matriil (akhirat). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka Umar bin Abdul Aziz menghimbau agar semua unsur ekonomi harus diberdayakan untuk mendapatkan pendapatan (materi/pahala) baik pemberdayaan itu berbentuk pemberdayaan SDM dengan kerja agar tidak ada pengangguran, investasi SDA dan penginvestasian modal finansial yang ada. Hal itu semua merupakan piranti/alat dalam mewujudkan kemajuan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada pertambahan ekonomi nasional. Karena pengangguran dan kemiskinan itu tidak sesuai dengan syariah Islam, maka jangan sampai ada harta benda yang tertimbun, semua unsur kehidupan ekonomi harus berjalan sesuai dengan fungsinya demi kemanfaatan masyarakat secara luas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka setelah melihat kebijakan-kebijakan yang telah dilakukan Umar bin Abdul Aziz di atas, maka seyogyanya Presiden mengubah kebijakan ekonominya dari growth with equity menjadi keseimbangan growth and equity, agar pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan serta pengangguran dapat teratasi secara serentak dan berkualitas. Disisi lain dibutuhkan implementasi pemberantasan korupsi yang berkelanjutan serta reformasi sistem perpajakan nasional yang akuntansi publiknya tidak melebihi besarnya masyarakat dalam membayar zakat, hal ini dikenakan kepada semua masyarakat yang mengaku sebagai warga negara Indonsia baik dari golongan atas maupun masyarakat bawah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Implementasi kebijakan yang kedua adalah pemerintah mementingkan tercapainya hidup layak dan sehat bagi rakyatnya sebagai program unggulan yang harus diterapkan. Dan kebijakan selanjutnya adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemerintah seyogyannya aktif dalam menjemput masyarakat dalam pemberdayaan pembangunan ekonomi baik yang diprogramkan dalam bentuk UMKM, Koperasi, Perkerditan Syariah melalui Bank-Bank dan lain sebagainya, Jenis program dan bantuan pemerintah ini dapat didistribusikan secara merata dan berkeadilan sehingga sasaran pembangunan pemerataan dapat tercapai. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Yang terakhir Negara seyogyanya mendorong kepada semua masyarakatnya agar mereka dapat merubah gaya hidupnya menjadi masyarakat yang produktif melalui penginvestasian semua unsure-unsur produksi, menuju kemanfaatan dunia dan akhirat. Sedangkan bagi masyarakat usia non produktif negara menjamin kehidupannya dalam program jaminan sosial dan negara memberikan seluas-luasnya kesempatan yang sama kesempatan untuk bekerja kepada masyarakatnya dan juga mempermudah semua prosedur dalam kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan produktifitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-8936696763806470024?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/8936696763806470024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=8936696763806470024' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/8936696763806470024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/8936696763806470024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/03/strategi-umar-bin-abdul-aziz-dalam.html' title='Strategi Umar bin Abdul Aziz Dalam Membangun Ekonomi'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-4761783273789458636</id><published>2008-02-05T20:22:00.000-08:00</published><updated>2008-02-05T20:42:01.881-08:00</updated><title type='text'>Malu Hilang, Kehancuran Datang</title><content type='html'>&lt;h1&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Di suatu perkampungan miskin, tinggal sebuah keluarga kaya raya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rumahnya bak istana, meski di kelilingi rumah-rumah gubuk dan satu dua rumah sangat sederhana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain tuan tanah, keluarga ini juga pedagang sekaligus rentenir.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Suatu hari anak-anaknya yang sudah beranjak dewasa dipanggil, ditanyai satu persatu tentang permintaannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang pertama minta rumah dan modal kerja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang kedua minta mobil.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yang ketiga minta sekolah di luar negri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitu setrusnya, sampai pada anak yang terakhir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Si bungsu ini ketika ditanya, dengan tersipu-sipu berkata, “Malu, Bu !”.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tanpa diduga sang Ibu menyahut, “Jika itu yang kau minta, terus terang, ibu tidak punya.”&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kisah ini tentu saja sekadar anekdot.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi jangan sampai kita merasa tersindir olehnya, sekalipun kita bukan jutawan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bukankah, soal hilangnya rasa malu, semua orang punya kemungkinan untuk mengalaminya?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Malu, pada masa kini menjadi barang yang semakin langka.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang yang punya sifat malu semakin sedikit jumlahnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muka-muka tebal semakin banyak dan menyebalkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Padahal inilah sumber bencana.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam Islam, malu merupakan seumber ajaran moral.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Malu merupakan karakter dasar yang membedakan moral islam dengan lainnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah menegaskan hal ini dalam sabdanya :&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Sesungguhnya semua agama itu punya moral, sedang moral Islam itu adalah malu.” (HR. Imam Malik)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Malu merupakan alat kontrol dan pengendali yang ampuh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang yang masih punya rasa malu akan berpikir seribu kali jika hendak melakukan sesuatu yang hina.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka malu jika sampai perbuatannya diketahui orang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka juga malu pada dirinya sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selanjutnya mereka malu kepada ALLAH SWT.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seorang muslim akan selalu menjaga kehormnatan dirinmya dimuka umum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pertama-tama ia merasa malu jika mendekati tempat-tempat yang biasa digunakan untuk maksiat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meskipun tidak berniat melakukan kemaksiatan, siapa yang dekat-dekat bias terkena fitnah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebab bias saja muncul prasangka pada mereka yang melihatnya berkeliaran di tempat kotor.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedua, jika terlanjur melakukan perbuatan salah, ia berusaha untuk menyembunyikannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia malu jika perbuatan itu sampai terlihat atau terdengar orang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam dirinya timbul rasa penyesalan yang mendalam, juga permohonan ampunan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia rahasiakan kesalahannya serapat mungkin, bahkan kepada ALLAH ia meminta agar kesalahannya ditutupi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sikap seperti ini bukan termasuk kategori munafik, karena dilandasi rasa malu jika perbuatan jeleknya diketahui orang lain.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Berbeda halnya dengan mereka yang sudah tidak punya lagi rasa malu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka terang-terangan melakukan perbuatan maksiat di muka umum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka tidak merasa perlu menyembunyikannya, bahkan kadang bagga menceritakannya kepada orang lain.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Adalah kesalahan besar, jika seseorang melakukan maksiat di malam hari kemudian menceritakannya keesokan harinya, padahal ALLAH telah menutupinya hingga pagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lebih jahat lagi jika ada rasa bangga menceritakan keburukan itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang seperti ini sudah tidak punya malu lagi.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Malu adalah bagian dari iman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keduanya merupakan dua sejoli yang tidak bias dipisahkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Antara keduanya terjalin suatu kaitan yang erat dan utuh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak beriman orang yang tidak punya perasaan malu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebaliknya, tiada malu bagi orang yang tak beriman.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tentang hal ini Rasulullah menegaskan :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Rasa malu dan iman sebenarnya berpadu menjadi satu, maka bilamana lenyap salah satunya, maka lenyap pula yang lainnya.” (HR. Al Hakim)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Antara malu dan iman itu bagaikan dua sisi mata uang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila salah satu sisinya kosong, maka bukan mata uang lagi namanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Uang tidak bias dijadikan alat tukar, dan tidak laku di pasaran, bahkan pembawanya bisa dituntut sebagai pelaku pemalsuan.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rasa malu itu tidak akan berdampak kecuali kebagusan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Siapapun yang menyandang perasaan ini, pasti menjadi bagus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tutur katanya teratur tanpa kata-kata kotor dan kasar.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hati-hati dalam berbuat, karena merasa selalu dalam pantauan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dinding-dinding tembok seakan ikut memperhatikan, pepohonan yang rindang ikut menjadi saksi, binatang dan makhluq hidup lainnya seakan ikut memandang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tumbuh perasaan malu kepada alam.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebenarnya, orang seperti ini tidak saja malu kepada alam, tetapi lebih jauh ia malu kepada pencipta alam, ALLAH SWT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimana kita tidak malu kepada ALLAH, sedang kita makan dari kemurahan-Nya, bernafas dengan udara-Nya, berjalan di atas bujmi-Nya, dan bernaung di bawah langit-Nya ?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sangat keterlaluan jika ada di antara kta yang tidak malu kepada ALLAH, sementara nikmat ALLAH tak ada putus-putusnya dikaruniakan kepada kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika dihitung, tak ternilai banyaknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah berpesan, “Malulah kamu kepada ALLAH dengan sebenar-benarnya.” Kami berkata, ‘Alhamdulillah, kami sudah merasa malu kepada ALLAH, wahai Rasulullah’.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selanjutnya Rasulullah bersabda, ‘Bukan begitu, bukan sekadar bicara.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Malu kepada ALLAH yang sebenar-benarnya ialah hendaknya kalian memelihara kepala dan isinya, memelihara perut serta isi kandungannya, memelihara hati dan kebusukannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Barang siapa mengharapkan kehidupan akhirat, ia tidak terpedaya hiasan dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Barang siapa melaksanakan itu semua, maka ia telah merasa malu kepada Tuhannya dengan sebaik-baiknya.” (HR. Turmudzi)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Malu merupakan sumber kebaikan dan kebagusan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perasaan malu akan membawa semua orang kepada jalan kebenaran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Malu tak ubahnya dengan pagar jembatan yang besar sekali fungsinya bagi yang melewati.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanpa pagar itu orang mudah tercebur ke sungai.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasulullah mempersonifikasikan rasa malu ini dengan indah sekali lewat sabdanya, “Jika rasa malu diumpamakan seorang laki-laki, maka ia ibarat seorang laki-laki yang shalih.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebaliknya, seandainya sifat keji itu diumpamakan seorang laki-laki, maka ia adalah lelaki yang jahat.” (HR. Thabrani)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ada hubungan yang jelas antara iman, rasa malu dan kebaikan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sebaliknya ada juga kaitan antara hilangnya rasa malu dengan tindak kejahatan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Adapun antara rasa malu dengan kejahatan tidak pernah bias disatukan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Keduanya selalu bertentangan, bagaikan gelap dengan terang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika gelap dating, maka terang menghilang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Begitu sebaliknya.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;Orang-orang yang melakukan korupsi, kolusi dan manipulasi pada dasarnya adalah mereka yang tidak punya rasa malu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia tidak malu kepada rakyat yang dipimpinnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak malu kepada hati nuraninya sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia juga tidak malu kepada ALLAH SWT.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia hanya malu kepada syetan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Orang yang tidak punya malu, jika bersalah tidak segera mengakui kesalahannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia malah mencari kambing hitam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanpa malu dan sungkan bawahannya dijadikan korban.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Main tuduh seenaknya, main pecat semaunya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika masih ada rasa malu semestinya semua yang terlibat dalam manipulasi Eddy Tansil segera mundur dari jabatannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimana bias tetap menampakkan wajahnya kepada rakyat sementara mereka bergelimang dengan berbagai dosa ? Semestinya mereka menyembunyikan wajahnya, undur diri dari jabatannya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demikian halnya dengan kasus yang baru-baru ini terjadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika benar bahwa proyek Busang hanya akal-akalan yang dilakukan oleh pengusaha petualang, sungguh sangat memalukan !&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bagaimana mungkin bangsa besar yang penduduknya mencapai 200 juta bias dipermainkan oleh segelintir orang ? Apakah di sini tidak ada orang ahli ? Apakah keahlian kita sekedar meneken kontrak karya ? Siapa yang paling bertanggung jasab dalam kasus ini ?&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Inilah susahnya jika rasa malu telah hilang dari masyarakat kita. Sudah dipermalukan masih saja berkelit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sudah coreng-moreng muka kita masih bias bergaya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika ALLAH hendak membinasakan suatu bangsa, maka yang pertama dilenyapkan adalah perasaan malu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika malu tidak ada, maka orang akan berbuat semaunya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kemungkaran segera merajalela, tindak kejahatan terjadi dimana-mana.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Orang tidak lagi peduli dengan apapun dan tidak khawatir dengan celaan siapapun.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Perilakunya menjadi ganas, tak segan-segan berbuat aniaya terhadap siapapun.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika para wanita sudah tidak lagi malu memamerkan auratnya dan kaum laki-laki tak segan melecehkannya, maka bias diduga apa akibatnya.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika penjahat tal lagi segan melakukan aksinya di muka umum, mak itu pertanda kiamat telah tiba.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Biar ‘dipetrus’ berkali-kali tetap akan muncul lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan mereka akan bertambah brutal lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Semakin kejam dan sadis.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak ada cara yang paling ampuh untuk menanggulangi segala tindak kejahatan kecuali menumbuhkan iman dan rasa malu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jika iman dan rasa malu menghiasi setiap orang, maka negara itu dijamin pasti aman.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-4761783273789458636?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/4761783273789458636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=4761783273789458636' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/4761783273789458636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/4761783273789458636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/02/malu-hilang-kehancuran-datang.html' title='Malu Hilang, Kehancuran Datang'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4628470317928833785.post-2013261134344814164</id><published>2008-02-03T20:27:00.001-08:00</published><updated>2008-02-03T20:49:32.998-08:00</updated><title type='text'>SELAGI ADA KESEMPATAN!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 9pt; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;SELAGI &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;ADA&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; KESEMPATAN &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;( Helvy Tiana Rossa : Hari-hari Cinta Tiara )&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Hup ! “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Dengan seenaknya Vidi melompat ke motor seorang tukang ojek. “Pegang kencang-kencanglah, nanti kalo jato pula anak orang, cemmana nasib awak_awak pula yang kena!”, tutur si Abang. “Veteran Bang ! cepat sikitlah !”, dan motor ojekan itu pun melaju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Tak berapa lama Vidi telah tiba di depan rumahnya. Belum lagi membuka pintu pagar, Vidi sudah melepas jilbab putih yang sedari tadi dia kenakan. “Gerah ‘kali”, batinnya. Dengan ringan kemudian ia melangkah masuk ke halaman. “Vidiii..! Vidi ??? As…salaam…as..”. “ Hai, Rizal !”, Vidi membalas sapa Rizal yang lewat di depan rumahnya. Jilbabnya ia lambaikan kearah Rizal dengan riang. “ Tak mampir dulu ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Rizal hanya ternganga. Mulutnya membentuk huruf O !, Ketua OSIS Madrasah Aliyah Negeri Medan itu pun buru-buru berlalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Bukan mau Vidi sekolah di Madrasah Aliyah Negeri itu. Tapi mau bagaimana lagi ? ia tak berhasil masuk ke SLTA Negeri yang ada di Rayonnya. Akhirnya ia pun’ terpaksa’ mengikuti tes untuk masuk MAN. Mamak dan bapak yang menyuruhnya!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Dari dulu bapak lebih suka kau sekolah di Aliyah, lulus itu terserah kaulah, meski bapak lebih suka lihat di IAIN, paham Agama_lagi berbudi jadi ustadzah seperti si mamak”, nasihat bapak waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“Kalu perlu lebih lagi dari mamak. Pigi ke Arab sana. Paling tidak begitu pulang, Al-Quran kau punya !’’, mamak nimbrung menasihati putri tunggalnya itu. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Huh norak ! kuno !!Tetapi akhirnya ya seperti itulah , Vidi masuk MAN. Seminggu, dua minggu, sebulan sekolah disana Vidi selalu pergi dan pulang sekolah dengan wajah bertekuk-tekuk. Dia kesal sekali! Setiap ke sekolah dia harus mengenakan jilbab!, hal yang sejak dulu disuruh oleh bapak dan mamak, namun selalu ditolaknya mentah-mentah, kini menjadi kewajiban di MAN itu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Vidi tau itu wajib, Vidi mau!, tapi nanti_mak nanti ! kalau Vidi sudah married atau kalau sudah tua !”, katanya kepada mamak dan bapak waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Sekarang sebodo amat, pikir Vidi. Begitu keluar dari pintu gerbang Madrasah Aliyah itu, sering ia langsung membuka jilbab yang dikenakannya. Dan hanya beberapa teman saja yang memandangnya keheranan. Yang lain banyak yang melakukan hal yang sama dengan Vidi!.Ada Rita, Rini, Rumondang, si Butet, Tati, Ipah, Nisa, Khoir, dan banyak lagi anak-anak ‘modern’ lainnya. Mereka juga masuk MAN karena merasa terpaksa, sekali lagi terpaksa!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Alaah..peduli apa..Lihat saja ‘kak Rena dan ‘kak Glena, tetangga dekat rumahku tiu. Biar kuliah di IAIN, kalu di rumah atau pergi kemana-mana tak pernah pakai jilbab!, cuma kalau kuliah!. Nisa si Anak Pesantren juga begitu!, lagian…”, Butet tak meneruskan kata-katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“Apa ‘Tet ?”, tanya Vidi. “ Ssst..he..he..he…, nggak boleh tuh sama pacarnya !’’. ‘’ Hua…ha..ha..ha.. ‘’, tawa mereke serempak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;‘’ Eee…anak Madrasah mana boleh ketawa ‘ngakak macam itu? &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“, mimik Rita pura-pura menegur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Huu..suka-sukalah ! »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Aku suka kamu Vidi ! »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Itu kata Ramli sebulan yang lalu, kakak kelasnya di Madrasah alias si Wakil Ketua OSIS. Lumayan lah orangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;« Boleh, malam minggu ke rumahmu ?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Jangan senekad itu dulu. Kau tahu &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; bapakku Ustadz, mamakku Ustadzah. Mereka bilang pacaran itu gak boleh, itu tak islami. Maklum, namanya orang jaman dulu…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“ Lalu bagaimana ? “&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“ Kalau mau jumpa, di rumah si Butet saja”, usul Vidi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Dan bagi Vidi kemudian, bukan masalah kalau banyak temannya di sekolah yang tahu ‘affair’nya dengan Ramli Siregar. Juga ketika Fatimah teman sebangkunya, yang berjilbab rapih dan berwajah teduh itu menasehatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Urus saja dirimu sendiri, Fatimah ! », tukas Vidi ketus. Butet disampingnya turut memanas-manas !.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Astaghfirullah, buksn begitu Vidi !, aku hanya sayang kamu. Aku ingin kamu menjadi wanita yang mengerti hakikat nilai muslimah. Harusnya… »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;« Diam ! mulutmu macam mamak-mamak saja ! »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Kesal, benci, keki, bermacam rasa tentang teman sebangkunya itu ada di dada Vidi. Sebal!; Mengapa aku harus sebangku dengan orang yang sok alim itu, pikrnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Tempo hari Fatimah menasehatinya soal jilbabnya yang ‘berkibaran’ kemana-mana itu, kemudian soal beberapa majalah musik dan mode yang dibawanya ke sekolah, dan kini ikut campur masalah pergaulannya , Huh!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ ‘Fat!, kalau kamu mau melihat aku bersikap seperti kamu, tunggulah &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; puluh tahun lagi! Kalau sudah nenk-nenek!”, pernah vidi berkata seperti itu. Kasar sekali memang. Habis Fatimah kuno dan menjengkelkan !, ya meski ia tetap ramah dan baik kepada Vidi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“ Vid, ini ada srat panggilan ke ruang guru! »Ups ! suara Butet mengagetkannya !.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;«  Kau akan mewakili Madrasah dalam Musabaqah Tilawatil Quran tingkat SLTA sekota Medan. Semua guru sepakat kau adalah yang terbaik yang kami punya », kata Mudir Aliyah sore itu. « Selamat berlomba Vidi ! »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Vidi tersenyum cerah..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Sejak dulu, sejak SD ia kerap menjuarai MTQ. Bukan cuma suara dan lantunan nadanya saja yang bagus, ia menguasai seluk beluk tilawah yang baik dan benar. Tahu betul Makhrojil hurufnya. Mamak dan baoak yang mengajarkan. Dan Vidi bangga. Banyak temannya yang bahkan berjilbab rapi seperti Fatimah atau Rian yang kalah bagus dengannya kalau untuk urusan membaca Quran yang baik dan benar. Sungguh !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;« Biar gini-gini aku jago baca Quran kayak Mel Shandy. Biar Rocker tapi …Weiss! Qoriah! &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Ha..ha..”, ujar Vidi riang. Ramli dan Butet nyengir ikutan bangga. Apalagi ketika seminggu kemudian Vidi memenangkan MTQ tersebut. Wuihh..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Al-Quran tak hanya untuk dilombakan seperti itu, tetapi untuk dipahami, dihayati, dan diamalkan. Aku berdo’a kepada Allah agar kau mendapat hidayah –Nya, Vidi », kata Fatimah begitu mendengar tentang kemenangan Vidi tersebut. « Apalagi…kamu anak Madrasah. »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Vidi cemberut. Perkataan Fatimah mirip sekali dengan yang dikatakan bapak dan mamak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Kapan kamu berubah Vidi ? mencintai Islam dengan sepenuh hatimu. Mencintai Allah dan Rosul diatas segalanya ?, Masya Allah, Vidi, kamu bisa berbuat banyak dari sekedar ikut MTQ”, kata Fatimah lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Entah kenapa lama-lama Vidi agak terharu juga mendengar kata-kata Fatimah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Aku &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; berubah, akan !, tetapi tidak sekarang. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Selalu masih ada tahun-tahun yang akan datang. Aku juga ingin serius menjalankan agama ini, tetapi aku belum mampu ».&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Fatimah memandang Vidi dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Oke, aku majukan target deh..Tidak usah lima puluh tahun lagi. Kelak bila aku sudah menikah aku akan pakai jilbab dan berlaku manis ». Vidi tertawa lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;«  Eh sama ! aku juga !, masih ada hari esok ‘kan ? ujar Butet nimbrung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Minggu akhir November itu, Vidi benar-benar ceria. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;‘Gang’nya Vidi, si Butet, Rita, Ipah, Khoir, Rumondang, Tati, Dita, dan Rini menghabiskan waktu di Brastagi. Minggu itu mereka benar-benar refreshing dari tugas-tugas rutin di Madrasah. Mereka pun menikmati pemandangan Brastagi yang indah, foto-foto, dan kenalan sama beberapa pengunjung disana, utamanya yang cowok-cowok !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Butet tampak begitu gembira. Seketika ia tampak begitu akrab dengan Tigor dan Har yang baru saja dikenalnya. Yang lain masih asyik memotret. Vidi santai membaca majalah remaja yang baru saja dibelinya. Wah.. hawa Brastagi benar-benar sejuk ».&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Jam sudah menunjukan pukul tiga ketika mereka bersiap-siap untuk pulang. Lumayan jarak Brastagi dan Medan !, mereka tak mau ambil resiko kemalaman. Iii… a[palagi Vidi dan Butet yang perginya ‘ngumpet-ngumpet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Semua sudah berkumpul di tempat yang telah ditentukan sebelumnya. Tetapi Butet tak ada !!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Kemana pula sih orang itu ? centil sekali !”, suara Rumondang gusar dan ceplas ceplos.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Aku kira kamu bersamanya, Mondang. Tadi ‘kan kamu dan Butet ngobrol-ngobrol sama dua cowok itu », kata Vidi sedikit resah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Iya.., tapi kemudian mereka bertiga pergi.Aku ‘nggak ikut ! ».&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Kemana Mondang ? ».&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Mana ku tahu ? restoran barangkali ! ».&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Dada Vidi berdebar keras. Ia mulai cemas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Satu jam kemudian Butet belum juga kembali. Teman-teman yang lain takut kemalaman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Mungkin sudah pulang ‘Di, kita jalan saja lah ! », kali ini suara Rita dan Khoir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Tidak !!, Butet mana berani pulang sendiri ? harus ada aku yang mengantarnya, kalau ia tak mau kena marah mamaknya », tegas Vidi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Kita berpencar dua-dua mencarinya. Satu jam lagi semua sudah ada disini kembali ! ».&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Bersama Rita, Vidi mencari Butet. Menjelajahi jalan-jalan indah disekitar Brastagi. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Sia-sia. Butet tak ditemukan jua !.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;« Kalau kesana-sana mungkin tidak Rit ? »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Eee… semak-semak seperti itu mana pernah dilintasi orang!”, tukas Rita. Saat itu mereka sampai diujung jalan keindahan Brastagi. Didepan mereka kini adalah semacam belantara dengan jalan terjal yang mendaki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“ Ya…Allah! ”, Vidi berjongkok dan memungut sesuatu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“ Apa ? « &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Ini saputangan Butet ! aku memberikannya saat ia ulang tahun ! Rita , pasti ia sempat berada disekitar sini », suara Vidi agak gemetar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Kita kembali saja Vidi, sudah sore ! teman-teman pasti sudah menunggu ! ».&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Tidak !! kita akan kesana », tangan Vidi menunjuk belantara dihadapan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;« Aku.., aku..takuut.. ! »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Vidi menarik tangan Rita. Jantungnya berdetak lebuh keras. Tak mungkin, tak mungkin dia kesini, bisik hati Vidi. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Tetapi…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;« Aah… !!!! », Vidi dan Rita berteriak sekeras-kerasnya !&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Butet terkapar di semak-semak !, pakaiannya tak karuan! &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Matanya terbelalak keluar!, sebilah belati menancap di dadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Vidi kian histeris, sementara Rita pingsan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Sejak kematian Butet, Vidi jadi pendiam dan sering menyendiri. Beberapa kali ia sempat ke kantor Polisi untuk mengidentifikasi beberapa foto preman &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Medan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang dicurigai pemerkosa dan pembunuh Butet. Ya ! orang yang mengaku Tigor dan Har itu!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Ajal seseorang itu seperti yang ditakdirkan Allah. Kita tak pernah tahu kapan ia datang, tetapi pasti tiba. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Mungkin lima puluh tahun lagi..mungkin sekarang sepulang kita dari sekolah. Allahu a’lam. Siapa yang menyangka tak ada lagi hari esok untuk Butet », ujar Fatimah sedih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Vidi diam saja. Ia tak bisa melepaskan bayangan Butet saat dengan bangga Butet menunjukan baju mini tak berlengan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Cantik ‘&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ? kembang-kembang dengan warna dasar Peach!”, ujar waktu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Kalau aku sih ‘nggak berani pakai baju seperti itu. Wah.., apalagi kalau mamak dan bapak lihat, bisa dibilas habis lah!”, tukas Vidi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Dan mereka berdua tertawa. Baju itu pula yang dipakai Butet saat tragedi berdarah itu terjadi!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Ups ! Vidi mencoba memejamkan mata. Bayangan Butet tak bisa hilang. Astaghfirullah…dimana, bagaimana, apa yang dialami Butet sekarang dialam kubur? Apa…apa yang…, Astaghfirullah. Siapakah yang tahu akan ajal seseorang?.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Bagaimanakah kalau ia esok mati?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Vidi gemetar. Malam itu ia shalat Isya lama sekali. Saat tilawah Quran Vidi menangis!, hal yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Sudah dua hari ini Fatimah tidak masuk sekolah. Katanya sih cuma demam. Yang jelas Vidi merasa kehilangan. Akhir-akhir ini ia merasa membutuhkan Fatimah. Ia butuh mendengar kata-kata bijak, nasihat, kecaman, atau apa saja lah dari Fatimah. Hari ini ia ingin sekali bercerita kepada Fatimah bahwa hubungannya dengan bapak dan mamak sudah semakin baik dan indah. Juga tentang rencananya hari ini untuk memutuskan hubungan dengan Ramli Siregar. Tentang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; “PHK” yang dikirimkannya untuk anak itu. Lalu tentang rencananya untuk memakai jilbab tahun depan!, ya..satu setengah bulan lagi!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Entahlah.., kata mamak Allah memang Maha Pembolak Balik Hati. Mungkin saat ini Vidi merasa mendapat Taufik dan Hidayah-Nya. Astaghfirullah…, tadi pagi Vidi membaca berita di koran tentang gunung Merapi yang meletus tiba-tiba!. Tak ada yang mengira!. Badan Vulkanologi pun terkejut. Ribuan orang terluka dan kehilangan harta, tempat tinggal, juga nyawa!. Innalillahi!. Kemudian berita tentang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bosnia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Wajah sendu muslimah-muslimah kecil yang rapi beljilbab itu terekam jelas dalam ingatannya…, wajah Butet….!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Vidi, kamu lain sekarang!”, sapa Rumondang mengejutkan Vidi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Vidi tersenyum. “ Lain apanya sih?, sama saja!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Lebih alim! Ha..ha..ha..”, Rumondang, Rita, Ipah serempak menjawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Ooo.. aku cuma merenungi hakikat kehidupan yang fana ini. Mungkin sudah saatnya untuk lebih dekat dengan sang Pencipta”, ujar Vidi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Oh iya, aku mau menjenguk Fatimah nih…ada yang mau ikut?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Tumben Di, biasanya kamu senang kalau dia tak masuk!”, protes Ipah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Siapa bilang?, aku kangen!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ala&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; mak.., cuma sakit panas. Besok juga masuk!”, tukas Rumondang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Benar Fat ! tahun depan aku mau berubah!, mau pakai jilbab, nggak cuma kalau sekolah! Kaffah!!”, seru Vidi antusias.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Fatimah tersenyum. “ Alhamdulillah…”, wajah pucatnya terlihat sangat gembira. “ Satu setengah bulan lagi ya ‘Di ?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Iyalah sebentar lagi!”, Vidi tertawa. “ Siregar pun sudah aku putusin. Aku mau konsentrasi sekolah dan mulai mendalami agama”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Alhamdulillah…”, sahut Fatimah lagi. “ Maaf, jam berapa sekarang Vidi ?”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;“ Udah masuk Ashar!”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Tak lama tante Lubis, mamak Fatimah membimbing Fatimah ke kamar mandi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Vidi juga segera berwudlu dan berjamaah dengan tante Lubis. Mamak Fatimah yang cantik ini pun berjilbab rapi sekali. Selesai shalat Vidi baru ingat, masya Allah..ia ada janji dengan mamak dan bapak untuk pergi ke rumah Nek Banun!.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Vidi masuk ke kamar Fatimah kembali. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Ia mau pamit, tetapi tampaknya Fatimah tertidur. Ah..bukankah ia baru saja shlat ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Vidi maju beberapa langkah mendekati Fatimah. Ia tidak mau mengganggu tidurnya, hanya saja entah mengapa Vidi ingin menggenggam tangan Fatimah sebelum pulang ke rumah. Digenggamnya erat tangan Fatimah. «  Cepat sembuh, semoga Allah menyembuhkanmu, Amin », Do’a Vidi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Vidi seperti merasakan keanehan. Sepertinya…sepertinya…Fatimah tak bernapas lagi!! Bagaimana? Bagaimana bisa? Atau…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“ Tante Lubis !!”, suara Vidi tersekat di kerongkongan. «  Fatimah… !! apa dia… »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Tante Lubis menghampiri Fatimah, memeriksanya sebentar. Wajah tulusnya tampak sedih. Setitik air matanya jatuh. «  Innalillahi Wainna Ilaihi Raji’un.. », lirih suara tante Lubis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Vidi tercengang !! Fatimah !!, bagaimana mungkin ?, baru saja mereka bercakap-cakap, baru saja Fatimah berwudlu, baru saja…dan Ya Allah !! Fatimah hanya demam ! Hanya sakit panas, mengapa bisa mati ???&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Butiran air mata deras Vidi mengalir. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Tante Lubis memeluknya erat. Isak mereka hampir berbarengan. Siapa yang menyangka Fatimah akan…. Maafkan kesombongan hamba, Astaghfirullah….kata Vidi berulang kali pada diri sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Aku akan pulang dan berubah. Sekarang Fat, selagi ada kesempatan untukku!. Aku akan menjadi muslimah yang baik. Aku akan pakai jilbab itu, tidak tahun depan!. Walau tahun depan tinggal tinggal satu setengah bulan lagi, aku jadi tak yakin akan hidup selama itu. Aku bahkan tak yakin apakah masih ada hari esok untukku…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Air mata Vidi kian deras. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;Ia akan berubah ! Sekarang !! Detik ini jua !! sudah terlalu banyak pelajaran di depan matanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;“ Aku datang Ya Allah tanpa mau bermain-main dengan-Mu barang sekejap pun, selagi ada kesempatan. Ya !, kesempatan yang Kau berikan kepadaku !, Bismillah… »&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;Esok harinya ada Vidi Jihadi yang lain di Madrasah Aliyah Medan yang bertekad kuat menjaga citra dirinya sebagai Muslimah, sebagai anak Madrasah !. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"   lang="FR"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"   lang="FR"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"   lang="FR"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"   lang="FR"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"   lang="FR"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"   lang="FR"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:navy;"   lang="FR"&gt;*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="FR" &gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4628470317928833785-2013261134344814164?l=irwanpena.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irwanpena.blogspot.com/feeds/2013261134344814164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4628470317928833785&amp;postID=2013261134344814164' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2013261134344814164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4628470317928833785/posts/default/2013261134344814164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irwanpena.blogspot.com/2008/02/selagi-ada-kesempatan.html' title='SELAGI ADA KESEMPATAN!'/><author><name>irwan irawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10536926589685446715</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
